Bagaimana Penerapan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Sekitarbandung.com – Penerapan kurikulum penanggulangan dampak bencana menjadi langkah penting agar layanan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi krisis. Kurikulum disesuaikan secara bertahap, mulai dari

Dicky Wicaksono

Bagaimana Penerapan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
Bagaimana Penerapan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana? Simak Penjelasannya Berikut Ini! (Instagram/@kemendikdasmen)

Sekitarbandung.com – Penerapan kurikulum penanggulangan dampak bencana menjadi langkah penting agar layanan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi krisis.

Kurikulum disesuaikan secara bertahap, mulai dari fokus pada keselamatan dan pemulihan psikososial murid, hingga pembelajaran yang lebih adaptif dan fleksibel pada fase pemulihan dini.

Dalam jangka panjang, Kemendikdasmen mengintegrasikan pendidikan kebencanaan secara berkelanjutan untuk membangun ketahanan satuan pendidikan dan memperkuat kualitas pembelajaran yang inklusif.

Dilansir dari unggahan akun Instagram @kemendikdasmen pada Senin (29/12/2025), berikut penerapan kurikulum penanggulangan dampak bencana:

Baca Juga: Bagaimana Soal TKA Disusun? Yuk, Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Tahap Tanggap Darurat

  • Kurikulum disederhanakan menjadi kompetensi esensial, seperti literasi dan numerasi dasar serta kesehatan dan keselamatan diri.
  • Pengembangan bahan ajar darurat.
  • Metode pembelajaran adaptif.
  • Dukungan psikososial terintegrasi dalam pembelajaran.
  • Asesmen yang sangat sederhana, berfokus pada kehadiran, keamanan, dan kenyamanan murid.

Fase Pemulihan Dini (1–12 Bulan)

  • Kurikulum adaptif berbasis krisis.
  • Mitigasi bencana terintegrasi ke dalam mata pelajaran.
  • Program pemulihan pembelajaran.
  • Pembelajaran fleksibel dan terdiferensiasi.
  • Jadwal disesuaikan dengan kondisi siswa.
  • Sistem asesmen transisi disertai penilaian perkembangan sosial emosional siswa.

Fase Pemulihan Dini (1–3 Tahun)

  • Integrasi permanen pendidikan kebencanaan.
  • Pembelajaran inklusif berbasis ketahanan.
  • Penguatan kualitas pembelajaran.
  • Sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.

Baca Juga: Kemendikdasmen Luncurkan Gerakan #RukunSamaTeman untuk Perkuat Peran Teman Sebaya

Related Post

Tinggalkan komentar