Bagaimana Soal TKA Disusun? Yuk, Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Sekitarbandung.com – Serangkaian proses dilewati untuk memastikan agar soal TKA (Tes Kemampuan Akademik) sesuai dengan materi yang diterima oleh para peserta ujian. Setiap tahapan dirancang

Dicky Wicaksono

Bagaimana Soal TKA Disusun? Yuk, Simak Penjelasannya Berikut Ini!
Bagaimana Soal TKA Disusun? Yuk, Simak Penjelasannya Berikut Ini! (Instagram/@kemendikdasmen)

Sekitarbandung.com – Serangkaian proses dilewati untuk memastikan agar soal TKA (Tes Kemampuan Akademik) sesuai dengan materi yang diterima oleh para peserta ujian.

Setiap tahapan dirancang secara sistematis dengan melibatkan Pusmendik dan Puskurjar Kemendikdasmen, dosen, mahasiswa, hingga guru dari berbagai daerah agar soal benar-benar terukur, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Proses ini menjadi bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan asesmen yang kredibel dan berorientasi pada kemampuan berpikir peserta didik.

Mulai dari penyusunan kerangka hingga pemaketan soal, ada apa saja prosesnya? Yuk, simak penjelasannya Kemendikdasmen melalui unggahan akun Instagram @kemendikdasmen berikut ini!

Penyusunan Kerangka

Materi diambil dari irisan K13 dan Kurikulum Merdeka serta buku yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemendikdasmen.
Irisan kompetensi sampai 2 bulan pertama semester 5.

Penyusunan Kisi-kisi

Panduan dalam penulisan butir soal mencakup:

  • Elemen/kompetensi
  • Subelemen/subkompetensi
  • Level kognitif
  • Bentuk soal
  • Indikator soal

Penulisan Soal

Soal dibuat menyesuaikan dengan kisi-kisi yang sudah disusun. Penulis akan diberikan pembekalan tentang kaidah penulisan soal.

Penugasan diberikan melalui aplikasi khusus dan setiap penulis hanya bisa mengakses soal secara spesifik. Selain itu, terdapat penanggung jawab yang akan menjadi validator dalam penulisan soal.

Baca Juga: Kemendikdasmen Luncurkan Gerakan #RukunSamaTeman untuk Perkuat Peran Teman Sebaya

Telaah Soal

Tahapan ini dilakukan untuk memastikan soal yang sudah ditulis sesuai dengan indikator yang ada.

Uji Coba Soal

Soal diujicobakan untuk mendapatkan tingkat kesukaran, daya pembeda, dan lama waktu pengerjaan tiap butirnya. Pengujian dilakukan di Medan, Pontianak, Gorontalo, Semarang, Surabaya, dan Bandung.

Sebelum uji coba, bahasa, substansi, dan layout soal dikoreksi agar mudah dipahami.

Analisis Soal Hasil Uji Coba

Data hasil uji coba dianalisis untuk mendapatkan tingkat kesukaran.

Pemilihan Butir Soal

Butir soal yang telah diuji coba dipilih sesuai parameter yang sudah ditentukan.

Penyusunan Soal

Soal yang ada ditetapkan jumlah dan proporsinya di tiap paket.

Proofreading

Tahapan ini memastikan soal yang terpilih telah sesuai dengan maksud soal.

Pemaketan Soal

Soal induk dirakit menjadi paket soal untuk tiap zona dan sesi.

Baca Juga: Kemendikdasmen Gelar Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan, Mendikdasmen: SMK Bidang Pertanian Jadi Investasi

Related Post

Tinggalkan komentar