Sekitarbandung.com – Kemacetan horor yang terjadi di Brebes Exit atau yang dikenal dengan sebutan Brexit pada Juli 2016 menjadi salah satu tragedi arus mudik paling kelam dalam sejarah Indonesia.
Jalan tol yang seharusnya menjadi jalur cepat justru berubah menjadi perangkap mematikan bagi ribuan pemudik yang terjebak berjam-jam tanpa kepastian.
Pada puncak arus mudik Lebaran 2016, antrean kendaraan di sekitar pintu keluar Tol Brebes Timur mengular hingga puluhan kilometer.
Ribuan mobil nyaris tak bergerak selama belasan bahkan puluhan jam, membuat mesin kendaraan terus menyala di ruang sempit tanpa sirkulasi udara yang memadai.
Situasi tersebut memicu paparan asap kendaraan secara terus-menerus. Banyak pemudik terpaksa bertahan di dalam mobil dengan kondisi lelah, kurang cairan, dan menghirup karbon monoksida dalam waktu lama.
Gas beracun yang tidak berbau itu perlahan menggerogoti kesehatan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan pengemudi yang kelelahan.
Baca Juga: Tragedi Kelam The Stolen Generations di Australia Ketika Identitas Manusia Dihapuskan
Akibatnya, puluhan orang dilaporkan meninggal dunia selama periode kemacetan panjang tersebut.
Sebagian korban ditemukan tak bernyawa di dalam kendaraan, sementara lainnya meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit akibat gangguan pernapasan, kelelahan ekstrem, dan komplikasi medis yang diperparah oleh paparan asap.
Tragedi ini memunculkan kritik keras terhadap pengelolaan arus mudik dan kesiapan infrastruktur saat itu.
Minimnya rekayasa lalu lintas, kurangnya informasi kepada pemudik, serta belum optimalnya pengaturan pintu keluar tol dinilai menjadi faktor utama terjadinya kemacetan masif.
Brexit 2016 pun dikenang sebagai peringatan pahit bahwa kemacetan bukan sekadar soal waktu tempuh, tetapi juga ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa.
Peristiwa tersebut menjadi momentum evaluasi besar-besaran sistem mudik nasional agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Tragedi Kebakaran Mal di Jakarta pada Mei 1998, Luka Mendalam di Tengah Kerusuhan Reformasi

