Sekitarbandung.com – Di dunia digital, sering banget kita melihat perdebatan di internet yang bukan lagi soal isi argumen, tetapi malah menyerang orangnya. Mulai dari merendahkan latar belakang, profesi, hingga akun pribadi.
“Pendapat kamu salah.”
“Lah, kamu kan bukan ahlinya.”
Kamu pernah melihat debat online yang berubah jadi serangan pribadi seperti itu? Bukan membahas isi, tetapi membahas siapa orangnya.
Hal tersebut terjadi karena Ad Hominem, kesalahan berpikir yang membuat diskusi menjadi toxic, emosi naik, tetapi kebenaran malah tenggelam.
Di internet, Ad Hominem sering muncul dalam bentuk:
- Merendahkan profil orang
- Mengungkit latar belakang pribadi
- Menyerang akun, bukan isi pesan
Akibatnya?
- Diskusi jadi rusuh
- Informasi penting tenggelam
- Emosi menang, logika kalah
- Mudah terprovokasi komentar negatif
Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @diskominfojabar pada Kamis (22/1/2026), mengajak masyarakat untuk menjadi warga digital yang cerdas, santun, dan nggak gampang ketrigger.
“Internet boleh bebas, tapi pikiran harus tetap kritis. Yuk jadi warga digital yang cerdas, santun, dan nggak gampang ketrigger,” tulisnya dalam unggahan.

