Sering Ribut di Internet? Bisa Jadi Ini Dia Penyebabnya!

Sekitarbandung.com – Di dunia digital, sering banget kita melihat perdebatan di internet yang bukan lagi soal isi argumen, tetapi malah menyerang orangnya. Mulai dari merendahkan

Dicky Wicaksono

Sering Ribut di Internet? Bisa Jadi Ini Dia Penyebabnya!
Sering Ribut di Internet? Bisa Jadi Ini Dia Penyebabnya! (Instagram/@diskominfojabar)

Sekitarbandung.com – Di dunia digital, sering banget kita melihat perdebatan di internet yang bukan lagi soal isi argumen, tetapi malah menyerang orangnya. Mulai dari merendahkan latar belakang, profesi, hingga akun pribadi.

“Pendapat kamu salah.”

“Lah, kamu kan bukan ahlinya.”

Kamu pernah melihat debat online yang berubah jadi serangan pribadi seperti itu? Bukan membahas isi, tetapi membahas siapa orangnya.

Hal tersebut terjadi karena Ad Hominem, kesalahan berpikir yang membuat diskusi menjadi toxic, emosi naik, tetapi kebenaran malah tenggelam.

Kesalahan berpikir ini dikenal sebagai ad hominem, yaitu ketika seseorang menyerang pribadi lawan bicara alih-alih membahas argumennya. Tujuannya adalah menjatuhkan kredibilitas orang tersebut agar pendapatnya terlihat tidak layak didengar.

Pola ini sering terjadi di media sosial karena emosi dan sentimen pribadi lebih dominan daripada analisis rasional. Padahal, sebuah argumen seharusnya dinilai dari kekuatan data, logika, dan bukti yang disampaikan, bukan dari siapa yang mengucapkannya.

Di internet, Ad Hominem sering muncul dalam bentuk:

  • Merendahkan profil orang
  • Mengungkit latar belakang pribadi
  • Menyerang akun, bukan isi pesan

Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Ajak Masyarakat untuk Konten Kolaborasi Akhir Pekan di Instagram, Berikut Caranya!

Akibatnya?

  • Diskusi jadi rusuh
  • Informasi penting tenggelam
  • Emosi menang, logika kalah
  • Mudah terprovokasi komentar negatif

Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @diskominfojabar pada Kamis (22/1/2026), mengajak masyarakat untuk menjadi warga digital yang cerdas, santun, dan nggak gampang ketrigger.

“Internet boleh bebas, tapi pikiran harus tetap kritis. Yuk jadi warga digital yang cerdas, santun, dan nggak gampang ketrigger,” tulisnya dalam unggahan.

Baca Juga: Internet Satelit Segera Dikirim ke Satuan Pendidikan atau Sekolah yang Tidak Memiliki Koneksi Internet

Related Post

Tinggalkan komentar