Sungai di Bandung Barat Berubah Hitam dan Berbusa, Aroma Menyengat Tercium di Sekitar Aliran

sekitarbandungcom – Kondisi sungai di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, kembali menjadi perhatian setelah warga menemukan perubahan warna air, busa, dan aroma menyengat

rizal habibi

Sungai di Bandung Barat Berubah Hitam dan Berbusa, Aroma Menyengat Tercium di Sekitar Aliran
Kondisi sungai di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, kembali menjadi perhatian setelah warga menemukan perubahan warna air, busa, dan aroma menyengat pada aliran yang bermuara menuju Waduk Saguling.

sekitarbandungcom – Kondisi sungai di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, kembali menjadi perhatian setelah warga menemukan perubahan warna air, busa, dan aroma menyengat pada aliran yang bermuara menuju Waduk Saguling.

1. Kondisi Sungai di Bandung Barat Berubah Hitam dan Berbusa

Pantauan di kawasan Cangkorah pada 17 September 2026 menunjukkan air sungai terlihat hitam pekat.

Busa putih tampak mengambang pada beberapa bagian permukaan, sedangkan bau menyengat tercium di sekitar aliran.

Kondisi tersebut berada dekat persawahan dan permukiman warga, sehingga perubahan kualitas air menjadi perhatian masyarakat setempat.

Aliran yang diamati berasal dari arah kawasan industri Batujajar.

Air kemudian melewati jaringan sungai dan mengarah ke Sungai Cihaur sebelum akhirnya bermuara di Waduk Saguling.

Temuan visual itu belum dapat menjadi dasar untuk memastikan jenis atau sumber pencemar.

Penentuan tersebut membutuhkan pemeriksaan dan pengujian sampel air.

2. Warga Cangkorah Keluhkan Kondisi Sungai

Keluhan warga bukan hanya berkaitan dengan warna air. Masyarakat juga menyoroti bau yang muncul dan busa yang terlihat pada waktu tertentu.

Ridwan Ryansyah, warga Kampung Ciceri, mengatakan masyarakat melakukan pemantauan terutama pada malam hingga pagi hari.

Menurut keterangannya, pada waktu tersebut warga beberapa kali melihat air berwarna gelap, berbusa, dan berbau menyengat.

Warga lain, Rahmat Sutrisno dari Kampung Pasirastana, mengingat kondisi sungai pada masa lalu ketika air masih terlihat bening dan anak-anak dapat mencari ikan kecil.

Perubahan tersebut menjadi gambaran pengalaman warga mengenai kondisi lingkungan dalam beberapa dekade.

Kekhawatiran juga berkaitan dengan pemanfaatan air untuk aktivitas sekitar.

Warga memasang spanduk peringatan agar masyarakat tidak menyentuh air, mengonsumsi ikan dari aliran tersebut, atau menggunakannya untuk kebutuhan rumah tangga.

baca juga : Sebanyak 367 Rumah Warga Bandung Barat Ditargetkan Mendapat Perbaikan Tahun 2026

3. Aliran Air Sungai Mengarah ke Waduk Saguling

Jaringan aliran menjadi bagian penting dalam persoalan ini karena air dari Cangkorah tidak berhenti di lokasi temuan.

Sejumlah pemberitaan menyebut aliran tersebut menuju Sungai Cihaur dan kemudian bermuara ke Waduk Saguling.

Karena itu, kondisi air di bagian hulu dan anak sungai perlu diperhatikan bersama dengan kondisi wilayah hilir.

Pemantauan kualitas air diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan yang terlihat di satu titik juga ditemukan pada lokasi lain.

Pemeriksaan pada beberapa titik dapat membantu menggambarkan kondisi aliran secara lebih utuh dan menjadi dasar penanganan oleh instansi berwenang.

4. Dugaan Limbah Industri Jadi Sorotan

Aktivitas industri di kawasan Batujajar menjadi perhatian warga karena aliran sungai disebut datang dari arah kawasan industri.

Sejumlah warga menduga terdapat pembuangan air limbah yang masuk ke sungai pada waktu tertentu.

Namun, dugaan tersebut tetap perlu dibedakan dari kesimpulan resmi mengenai sumber pencemaran.

Beberapa perusahaan disebut telah memiliki instalasi pengolahan air limbah atau IPAL.

Karena itu, pemeriksaan terhadap sistem pengolahan, saluran pembuangan, dan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan menjadi penting.

Pemerintah juga perlu menelusuri sumber perubahan kualitas air berdasarkan bukti lapangan dan hasil pengujian, bukan semata-mata berdasarkan tampilan air.

5. Pemeriksaan Kualitas Air Diperlukan

Warna hitam, busa, dan bau menyengat merupakan tanda yang perlu ditindaklanjuti, tetapi tidak cukup untuk menentukan kandungan pencemar secara ilmiah.

Sampel air perlu diambil menggunakan prosedur yang sesuai, kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui parameter yang relevan.

PP Nomor 22 Tahun 2021 mengatur perlindungan dan pengelolaan mutu air serta mendefinisikan pencemaran air berdasarkan masuknya zat atau komponen akibat kegiatan manusia hingga melampaui baku mutu.

Dengan demikian, status pencemaran harus ditentukan melalui pengukuran dan perbandingan terhadap ketentuan yang berlaku.

Hasil pengujian juga dapat membantu pemerintah menentukan langkah pengawasan, termasuk menelusuri sumber buangan apabila ditemukan parameter yang melampaui batas.

Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan pada waktu berbeda apabila perubahan air muncul secara berkala.

Data dari pemantauan siang, malam, dan pagi dapat membantu melihat pola perubahan kualitas air serta memperkuat proses penelusuran sumber masalah secara objektif oleh petugas dan instansi yang berwenang.

6. Penanganan dan Pengawasan Lingkungan di Bandung Barat

Penanganan kondisi sungai membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, instansi lingkungan, pengelola kawasan industri, dan masyarakat.

Pengawasan dapat dilakukan melalui pemantauan rutin, pemeriksaan saluran pembuangan, serta evaluasi kepatuhan terhadap pengelolaan limbah.

Jika hasil pemeriksaan menemukan pelanggaran, tindak lanjut perlu dilakukan sesuai ketentuan peraturan lingkungan hidup.

Di sisi lain, masyarakat dapat membantu dengan melaporkan perubahan kondisi sungai dan memberikan informasi waktu atau lokasi temuan kepada pihak berwenang.

Kondisi Sungai Cangkorah menjadi pengingat bahwa kualitas air perlu dijaga dari hulu hingga hilir.

Pemantauan yang konsisten, pemeriksaan berbasis data, dan tindak lanjut yang transparan diperlukan agar persoalan lingkungan tidak hanya berhenti pada keluhan warga, tetapi dapat ditangani berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

baca juga : KDS Dorong Evaluasi Instalasi Listrik untuk Mencegah Kebakaran di Kabupaten Bandung

Related Post

Tinggalkan komentar