Sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung pengembangan Gig Economy sebagai salah satu motor kebangkitan ekonomi baru, khususnya bagi generasi muda.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa Gig Economy menjadi jawaban atas perubahan besar dunia kerja yang semakin berbasis proyek, teknologi, dan fleksibilitas.
Menurutnya, Kota Bandung memiliki modal yang cukup kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Farhan menyebut bahwa Pemkot Bandung siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan sektor industri untuk memastikan transformasi ekonomi berbasis sains dan teknologi berjalan cepat dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca Juga: Hadirkan Rumah Pompa, Pemkot Bandung Optimis Atasi Banjir di Komplek Sukup Kelurahan Pasir Endah
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa pemerintah pusat mendorong lahirnya industri-industri baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai respons terhadap fenomena deindustrialisasi yang terjadi selama ini.
Ia mendorong kolaborasi erat antara universitas, pemerintah, dan industri agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen inovasi bernilai tambah tinggi.
Sebagai informasi, Program Gig Economy dirancang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk memperkuat ekosistem digital dari hulu ke hilir.
Program ini dimulai dari pengembangan sumber daya manusia, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga pengembangan industri semikonduktor.
Baca Juga: Luncurkan 1.596 Petugas Gas Lah, Pemkot Bandung Gelontorkan Rp. 27 Miliar Per Tahun

