Sekitarbandung.com – Gempa berkekuatan 5,6 SR mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022 siang. Banyak bangunan mengalami kerusakan, termasuk SMK Kesehatan Cianjur.
Ruang praktik berstandar industri kini hadir di sejumlah SMK di Kabupaten Cianjur melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Pembaruan sarana ini membuat pembelajaran vokasi lebih aplikatif dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan penguatan mutu pembelajaran.
Fasilitas yang lebih baik diharapkan mendorong lahirnya murid-murid dengan keterampilan yang relevan, produktif, dan siap menghadapi dunia kerja.
Di SMK Kesehatan Cianjur, revitalisasi pascagempa 2022 menghadirkan ruang kelas dan ruang praktik yang menyerupai lingkungan layanan kesehatan nyata.
Perubahan ini membuat proses belajar lebih efektif sekaligus membantu murid mempersiapkan sertifikasi kompetensi dan masa depan karier.
Sementara di SMK Negeri 1 Cidaun, ruang praktik baru dirancang sesuai dengan standar industri untuk menguatkan kompetensi teknis murid.
Melalui program ini, Kemendikdasmen mendorong SMK menjadi pusat pembelajaran vokasi yang adaptif dan berdaya saing.
Program revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki fisik sekolah, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung keterampilan praktis murid sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Baca Juga: Mendikdasmen Tinjau dan Beri Bantuan di Lokasi Pascabencana, Tepatnya di SMPN 22 Takengon

