Sekitarbandung.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan perubahan skema bantuan pendidikan bagi sekolah menengah swasta di tahun anggaran 2026
Hal tersebut sebagai bagian dari upaya Pemprov Jabar agar bantuan lebih tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat tidak mampu.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa bantuan pendidikan tidak dihapus, melainkan diubah cara penyalurannya agar lebih efektif dalam meringankan biaya pendidikan siswa pra-miskin yang menempuh pendidikan di sekolah swasta.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Bongkar Kebohongan Penjual Es Gabus Viral Hingga Jadi Sorotan Publik
Menurutnya, langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang membutuhkan, bukan hanya dialokasikan untuk sekolah secara umum, sehingga mendorong keterjangkauan pendidikan di sektor swasta.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana sekitar Rp218 miliar untuk beasiswa bagi siswa SMA/SMK swasta dari keluarga tidak mampu.
Alokasi tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan dukungan di sektor pendidikan.
Perubahan skema ini mendapat berbagai tanggapan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Jawa Barat yang akan menggelar pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Bappeda untuk membahas detail implementasinya.
Dengan sistem bantuan yang kini langsung ke siswa, diharapkan biaya pendidikan di sekolah swasta menjadi semakin terjangkau dan siswa kurang mampu dapat menyelesaikan pendidikannya tanpa terbebani biaya tambahan.

