Sekitarbandung.com – Lansia termasuk kelompok yang paling rentan terkena hoaks karena literasi digital mereka masih minim, sementara kecenderungan untuk berbagi informasi terbilang tinggi.
Lalu, mengapa orang tua rentan terkena hoaks? Simak penjelasannya berikut ini!
- Kurangnya literasi digital serta pemahaman tentang cara memverifikasi informasi.
- Teknologi baru kerap membingungkan dan menimbulkan technostress.
- Ketergantungan pada grup WhatsApp atau media sosial tanpa melakukan cek fakta terlebih dahulu.
Menurut riset, 62% lansia mampu mengenali hoaks, 17% tidak yakin pernah menemukannya, dan 25% lansia kesulitan mengenali hoaks. Artinya, masih banyak orang tua yang membutuhkan pendampingan langsung dari keluarga untuk melakukan cek fakta.
Dampak Hoaks bagi Lansia
Hoaks bukan sekadar informasi yang salah, tetapi juga dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif, di antaranya sebagai berikut:
- Stres, kecemasan, dan kebingungan.
- Penipuan digital atau finansial, seperti penawaran palsu dan scam.
- Kesalahpahaman dalam lingkungan keluarga maupun publik.
Tips Praktis Bantu Lansia
Berikut beberapa tips praktis untuk membantu lansia agar tidak mudah terpapar hoaks:
- Periksa sumber informasi dan pastikan berasal dari media yang kredibel.
- Lakukan cek fakta bersama melalui situs pemeriksa fakta atau Hoax Buster Tools.
- Ajari mereka berpikir kritis dengan bertanya, apakah informasi ini terdengar terlalu bagus atau terlalu menakutkan.
- Diskusikan informasi tersebut dan jangan langsung mengoreksi, bangun kepercayaan terlebih dahulu.
Selain itu, berikan juga daftar sumber cek fakta yang mudah digunakan oleh orang tua atau keluarga, di antaranya sebagai berikut:
- Situs pemeriksa fakta resmi atau tools terkait.
- Nomor WhatsApp atau bot resmi untuk melakukan crosscheck informasi.
- Ajari cara penggunaannya, bukan hanya sekadar memberikan daftar sumber.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Kamis (5/2/2026) mengajak masyarakat untuk mendampingi, mengajari, dan melindungi para lansia di dunia digital.
“Dampingi. Ajari. Lindungi. Hayu bantu Bapak, Ibu, Nenek, dan Kakek wargi lebih aman di dunia digital,” tulisnya dalam unggahan.
Baca Juga: Iklan Digital Tidak Selalu Aman, Waspada Malvertising!

