Sekitarbandung.com – Hari ini, Senin, 9 Februari 2026, genap 18 tahun sejak tragedi AACC yang dikenal sebagai “Sabtu Kelabu” terjadi di Jalan Braga, Kota Bandung, pada 9 Februari 2008.
Peristiwa ini bermula dari konser musik yang digelar band metal asal Bandung, Beside, di Gedung Asia Africa Cultural Center (AACC) yang berujung pada kepanikan massal karena jumlah penonton yang membludak melebihi kapasitas gedung.
Kondisi ruang yang penuh sesak dan kurangnya ventilasi serta jalur keluar membuat para penonton mengalami kesulitan bernapas saat konser usai, sehingga terjadi desakan hebat di pintu keluar gedung.
Akibat kepanikan tersebut, tragedi AACC menewaskan 11 orang penonton dan melukai puluhan lainnya, menjadikannya salah satu insiden paling kelam dalam sejarah hiburan di Bandung.
Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai “Sabtu Kelabu” dan terus dikenang oleh komunitas musik, keluarga korban, serta warga Kota Bandung sebagai tragedi yang menguji kesiapsiagaan publik dan pengelolaan acara besar.
Tragedi ini juga menjadi pembelajaran pahit tentang pentingnya aspek keselamatan dalam penyelenggaraan konser dan acara yang melibatkan massa besar agar kejadian serupa tidak terulang.
Setiap tanggal 9 Februari, komunitas musik dan masyarakat umum melakukan peringatan dan doa bersama untuk menghormati para korban serta memperkuat komitmen akan keselamatan di ruang publik.
Mengenang 18 tahun Tragedi AACC “Sabtu Kelabu” bukan hanya soal mengingat masa lalu, tetapi juga menjadi refleksi kolektif untuk terus meningkatkan keselamatan, empati, dan tanggung jawab bersama di tengah dinamika budaya dan kreatif di Bandung.
Baca Juga: Tragedi Poso 1998-2001 Luka Panjang Konflik Komunal di Sulawesi Tengah

