Kurangi Bau Sampah yang Sering Dikeluhkan Warga, Pemkot Bandung Terapkan Penggunaan Bioaktivator

Sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menerapkan penggunaan bioaktivator sebagai solusi untuk mengurangi bau sampah yang selama ini dikeluhkan warga di berbagai titik penumpukan.

Dicky Wicaksono

Kurangi Bau Sampah yang Sering Dikeluhkan Warga, Pemkot Bandung Terapkan Penggunaan Bioaktivator
Kurangi Bau Sampah yang Sering Dikeluhkan Warga, Pemkot Bandung Terapkan Penggunaan Bioaktivator

Sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menerapkan penggunaan bioaktivator sebagai solusi untuk mengurangi bau sampah yang selama ini dikeluhkan warga di berbagai titik penumpukan.

Program ini digagas oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sebagai langkah cepat untuk mengatasi persoalan darurat sampah sambil menunggu sistem pengolahan yang lebih permanen berjalan.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Bandung menyemprotkan cairan bioaktivator ke TPS, depo, dan lokasi penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan bau menyengat.

Bioaktivator sendiri merupakan cairan yang mengandung mikroorganisme aktif yang berfungsi mempercepat proses penguraian sampah organik sehingga bau busuk bisa ditekan lebih cepat.

Baca Juga: Irfan Hakim Tinjau Langsung Kegiatan Pengolahan Sampah di Kota Bandung, Disambut Hangat oleh Farhan

Selain mengurangi bau, metode ini juga diharapkan mampu membantu menurunkan volume sampah karena proses pembusukan berlangsung lebih efisien.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka pendek Pemkot Bandung untuk menjaga kenyamanan lingkungan masyarakat di tengah meningkatnya produksi sampah perkotaan.

Sejumlah warga menilai penggunaan bioaktivator cukup membantu karena bau di beberapa titik TPS mulai berkurang dibandingkan sebelumnya.

Ke depan, pemerintah berharap inovasi ini dapat menjadi solusi pendukung sambil memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu agar persoalan sampah di Bandung bisa tertangani lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Kota Bandung Hasilkan 1.500 Ton Sampah, Sekitar 22 Persen Berhasil Diolah

Related Post

Tinggalkan komentar