Maestro Ilustrasi Khas Sunda yang Mendorong Minat Baca, Onong Nugraha 1934-2001

Sekitarbandung.com – Onong Nugraha, salah satu maestro ilustrator berdarah Sunda yang karyanya khas, kuat, melankolis, dan mempunyai rasa Sunda. Ia lahir di Tarogong, Garut pada

Dicky Wicaksono

Maestro Ilustrasi Khas Sunda yang Mendorong Minat Baca, Onong Nugraha 1934-2001
Maestro Ilustrasi Khas Sunda yang Mendorong Minat Baca, Onong Nugraha 1934-2001 (Instagram/@humas_jabar)

Sekitarbandung.com – Onong Nugraha, salah satu maestro ilustrator berdarah Sunda yang karyanya khas, kuat, melankolis, dan mempunyai rasa Sunda. Ia lahir di Tarogong, Garut pada 29 Juni 1934.

Darah seni dan dorongan dari orang tua membawa Onong menjadi lulusan Seni Rupa ITB. Karya-karyanya dinilai sebagai representasi visual yang kuat dari kehidupan dan nilai-nilai masyarakat Sunda, sampai Onong dijuluki sebagai:

“Satu-satunya ilustrator Sunda yang sudah menemukan ciri khas kesundaan.”

Karya dan Ciri Khas Karyanya

Onong Nugraha memulai berkarya pada tahun 1955-2001. Jumlah karyanya mencapai sekitar 3500 karya yang tersebar di buku, majalah, dan media lainnya.

Ia mengabdikan kemampuannya di Majalah Manglé (majalah berbahasa Sunda), sejak tahun 1963 sampai 2000.

Ciri Khas Karya Onong

  • Terkenal dengan ilustrasi hitam – putih
  • Garis arsir yang kuat dan berkarakter
  • Luwes dan detail terhadap anatomi, gestur, dan ekspresi Nyunda
  • Detail pada gambar material Sunda yang realistis
  • Teknik arsir silang yang rapi dan rapat
  • Gelap – terang arsir yang kontras pada kedalaman ruang

Baca Juga: Ternyata Ada Hubungan Budaya Antara Sunda dan Korea Selatan, Apa Saja Ya?

Kiprah dan Pengaruh Onong Nugraha

Onong Nugraha dinilai mampu menerjemahkan filosofi orang Sunda dalam bentuk visual pada cerita, ia juga mendorong orang untuk membaca karena karya ilustrasinya.

Kekuatan daya seninya yang luar biasa kreatif dan indah berpengaruh pada perkembangan seni rupa di tanah air. Mulai tahun 1980, ia mengajar di berbagai kampus yaitu sebagai berikut:

  • FSRD Trisakti Jakarta (1980-1997)
  • ASTI/STSI Bandung (1980-1987/1992-2000)
  • FSRD ITB (1982-1985)

“Antara carita jeung ilustrasi, éta téh hiji beungkeutan nu teu bisa dipisahkeun, duanana silingarojong katut siligumantung.” – Onong Nugraha

Artinya: Cerita dan ilustrasi adalah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan, keduanya saling mendukung serta saling bergantung.

Terima kasih Kang Onong Nugraha atas cinta, pesan, dan karya yang indah dan menginspirasi.

Baca Juga: Saung Angklung Udjo Warisan Budaya Sunda yang Mendunia dari Bandung

Related Post

Tinggalkan komentar