Sekitarbandung.com – Islam memberikan keringanan (rukhsah) bagi ibu hamil dan menyusui. Namun, jika ingin tetap berpuasa, hal tersebut diperbolehkan.
Wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau bidan. Umumnya, puasa lebih aman dilakukan pada trimester kedua.
Namun, jika memiliki riwayat diabetes, hipertensi, atau anemia, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk berpuasa.
Kunci Puasa Aman
- Jangan pernah melewatkan sahur!
- Pilih karbohidrat kompleks seperti beras merah, roti gandum, atau oatmeal.
- Perbanyak asupan protein dan serat seperti ikan, telur, daging, serta sayuran hijau.
- Hindari makanan yang terlalu manis saat sahur untuk mencegah gula darah turun drastis.
Baca Juga: Jelang Berbuka Puasa, Supir Bus di Turki Ini Bagi-bagi Takjil ke Penumpang
Cegah Dehidrasi dengan Rumus 2-4-2
Ibu hamil membutuhkan cairan lebih banyak untuk menjaga volume air ketuban, dengan pola sebagai berikut:
- 2 gelas saat berbuka puasa.
- 4 gelas sepanjang malam secara bertahap.
- 2 gelas saat sahur.
Tak lupa, kurangi konsumsi teh dan kopi karena bersifat diuretik atau dapat membuat lebih sering buang air kecil.
Segera Batalkan Puasa Jika:
- Pusing berputar atau kunang-kunang.
- Gerakan janin berkurang drastis atau tidak terasa.
- Muntah berlebihan serta muncul tanda dehidrasi berat.
- Keringat dingin berlebihan.
Lebih lanjut, peran suami juga sangat penting, seperti membantu mempersiapkan menu sahur dan berbuka yang bergizi, mengingatkan istri untuk minum air, serta tidak membiarkan istri kelelahan selama berpuasa.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Minggu (1/3/2026), menegaskan bahwa puasa merupakan ibadah, tetapi kesehatan tetap menjadi prioritas.
“Puasa itu ibadah, tetapi kesehatan tetap prioritas, sehat-sehat yaaa Bumil sa-Jabareun luv,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: Studi Tahun 2024 Ungkap Sahur Mendekati Fajar Bantu Jaga Energi dan Kenyang Saat Puasa

