Meski Hanya Tamat Kelas Tiga, Eka Tjipta Widjaja Sukses Bangun Bisnis Raksasa

Sekitarbandung.com – Minyak Bimoli di dapur dan buku tulis Sidu di meja belajarmu pasti ada di setiap sudut rumah. Sosok yang berada di baliknya yaitu

Dicky Wicaksono

Meski Hanya Tamat Kelas Tiga, Eka Tjipta Widjaja Sukses Bangun Bisnis Raksasa
Meski Hanya Tamat Kelas Tiga, Eka Tjipta Widjaja Sukses Bangun Bisnis Raksasa

Sekitarbandung.com – Minyak Bimoli di dapur dan buku tulis Sidu di meja belajarmu pasti ada di setiap sudut rumah. Sosok yang berada di baliknya yaitu Eka Tjipta Widjaja.

Ia merupakan pria yang membuktikan bahwa kesuksesan di masa depan tidak selalu membutuhkan sebuah tiket VIP sejak lahir atau privilege dari orang tua.

Lahir sebagai Oei Ek Tjhong di China pada tahun 1921, ia berlayar ke Makassar saat baru berusia 9 tahun. Alih-alih mencari kekayaan, ayahnya justru membawa beban utang rentenir yang besar.

Masa kecilnya bukan diisi dengan mainan, tetapi tidur di emperan toko sempit demi bertahan hidup. Bahkan pendidikan Eka terhenti di kelas 3 SD.

Hal tersebut harus ia telan dan lakoni. Bukan karena malas, tetapi karena ia harus membantu ayahnya untuk melunasi utang-utangnya tersebut.

Dengan sepeda butut, ia berkeliling Makassar menjajakan biskuit dan permen dari pintu ke pintu. Di sinilah mental baja sang konglomerat mulai ditempa.

Saat bisnisnya sudah mulai stabil, Jepang justru datang ke Indonesia untuk menjajah pada tahun 1942. Seketika, semua usaha yang telah ia bangun rata dengan tanah.

Baca Juga: Setelah Dua Kali Cintanya Ditolak, Tan Malaka Pilih Melajang Seumur Hidup Demi Memerdekakan Indonesia

Tetapi bagi Eka, menyerah bukanlah sebuah pilihan. Ia banting setir menjadi pemulung besi tua dan barang bekas peninggalan tentara demi menyambung nyawa.

Pasca-perang, insting bisnisnya melihat peluang di komoditas kopra. Keuntungannya ia putar menjadi pabrik minyak goreng pertama pada tahun 1968, yaitu CV Bitung Manado Oil Limited.

Inilah asal-usul brand legendaris ‘Bimoli’ yang sampai hari ini masih merajai dapur Indonesia. Minyak yang digadang-gadang sering digunakan oleh ibu-ibu Indonesia.

Dari minyak goreng, Eka tidak berhenti bergerak. Ia merambah industri kertas (Tjiwi Kimia), perbankan, hingga properti mewah. Semua bersatu di bawah payung Sinar Mas Group.

Anak imigran yang dahulu putus sekolah ini bertransformasi menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia dengan aset hingga ratusan triliun.

Eka Tjipta membuktikan bahwa kartu mati di awal kehidupan bukan berarti kekalahan di akhir cerita. Dari sepeda butut hingga jet pribadi, semua berawal dari satu hal, yaitu keinginan untuk tidak menyerah.

“Kesulitan apa pun, asalkan kita mempunyai kemauan yang kuat, maka akan pasti ada jalan.”

Baca Juga: Hanya karena Salah Omong, Tembok Berlin sebagai Pemisah Selama 28 Tahun Runtuh dalam Waktu Semalam

Related Post

Tinggalkan komentar