Mengapa Saat Berpuasa Bikin Mudah Mengantuk dan Sering Menguap?

Sekitarbandung.com – Kamu pernah merasa lebih mudah mengantuk saat puasa? Atau tiba-tiba mulut terasa kurang segar? Atau malah berat badanmu naik saat menjalankan puasa? Ternyata

Dicky Wicaksono

Mengapa Saat Berpuasa Bikin Mudah Mengantuk dan Sering Menguap?

Sekitarbandung.com – Kamu pernah merasa lebih mudah mengantuk saat puasa? Atau tiba-tiba mulut terasa kurang segar? Atau malah berat badanmu naik saat menjalankan puasa?

Ternyata semua hal tersebut terjadi karena ada alasannya. Bagaimana maksudnya? Simak penjelasannya berikut ini!

Saat berpuasa, ritme biologis tubuh ikut berubah. Kadar gula darah turun karena tidak ada asupan sejak sahur, sehingga membuat otak kekurangan “bahan bakar” alias glukosa.

Hormon kortisol yang bertugas menjaga kita tetap waspada mengalami penurunan secara terus-menerus sejak pagi hari saat puasa.

Ditambah lagi pola tidur yang bergeser, bangun dini hari untuk sahur dan tidur lebih malam setelah Tarawih, sehingga rata-rata kita kehilangan sekitar 40-60 menit waktu tidur per malam.

Penelitian berbasis EEG (Electroencephalography) menunjukkan bahwa rasa kantuk paling parah biasanya dirasakan antara pukul 14.00-16.00. Itulah sebabnya pada jam tersebut rasanya ingin rebahan.

Menguap saat mengantuk merupakan mekanisme otak untuk memompa darah lebih banyak, mirip seperti restart pada komputer yang mulai melambat.

Mengapa Buka Puasa Disunahkan untuk Makan 3 Kurma?

Ternyata ini bukan hanya tradisi, tetapi juga sunah yang memiliki alasan kesehatan. Rasulullah biasa berbuka dengan kurma, jika tidak ada maka dengan air.

Setelah seharian berpuasa, gula darah umat Muslim akan menurun. Kurma sendiri merupakan gula alami yang dapat diserap tubuh dengan cepat.

Baca Juga: Olahraga dan Puasa, Kombinasi Tepat untuk Hidup Sehat

Mengapa Tiga Kurma?

Angka ganjil merupakan sunah dalam banyak ibadah, dan tiga kurma dianggap cukup untuk memberikan energi tanpa membuat perut kaget.

Jadi, berbuka puasa dengan tiga kurma menjadi cara yang lembut untuk membangunkan tubuh setelah seharian berpuasa.

Mengapa Saat Puasa Nafas Jadi Bau?

Bau mulut saat puasa bukan semata-mata karena tidak menyikat gigi. Saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama berjam-jam, cadangan gula (glikogen) akan habis.

Tubuh kemudian mulai membakar lemak sebagai sumber energi. Proses ini menghasilkan senyawa bernama keton, salah satunya aseton yang keluar melalui napas. Itulah sebabnya aromanya menjadi berbeda.

Produksi air liur juga menurun saat puasa. Padahal air liur merupakan “satpam alami” yang membantu membersihkan bakteri di mulut. Ketika berkurang, bakteri menjadi lebih aktif dan aroma pun semakin terasa.

Mengapa Saat Puasa Berat Badan Ada yang Turun, Ada yang Justru Naik?

Secara teori, penurunan berat badan terjadi karena adanya defisit kalori atau energi.

Namun jika saat berbuka langsung “balas dendam”, makan cepat dan berlebihan, serta mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, tubuh tidak lagi mengalami defisit kalori, melainkan justru menyimpan kelebihan energi tersebut sebagai lemak.

Selain itu, ketika kurang tidur karena sahur dan Tarawih, hormon ghrelin atau hormon lapar akan meningkat, sementara leptin atau hormon kenyang menurun. Akibatnya, nafsu makan menjadi lebih tinggi dan kontrol diri lebih lemah.

Jadi puasa bukan otomatis menjadi diet. Puasa adalah sebuah sistem, dan hasilnya sangat bergantung pada bagaimana kita mengelolanya.

Baca Juga: Es Teh Manis untuk Buka Puasa, Segar atau Malah Berbahaya?

Related Post

Tinggalkan komentar