Silaturahmi Digital yang Sehat, Tetap Terhubung dan Beretika

Sekitarbandung.com – Silaturahmi kini banyak terjadi di ruang digital. Sebelum mengirim pesan atau membagikan informasi, pastikan sudah sopan dan teliti, karena satu klik bisa berdampak

Dicky Wicaksono

Silaturahmi Digital yang Sehat, Tetap Terhubung dan Beretika
Silaturahmi Digital yang Sehat, Tetap Terhubung dan Beretika (Instagram/@diskominfojabar)

Sekitarbandung.com – Silaturahmi kini banyak terjadi di ruang digital. Sebelum mengirim pesan atau membagikan informasi, pastikan sudah sopan dan teliti, karena satu klik bisa berdampak besar.

Jempol boleh cepat, tetapi hati harus tetap hangat. Sebelum mengirim pesan atau komentar, pikirkan dua kali terlebih dahulu, karena terkadang yang membuat hubungan renggang bukan jarak, melainkan kata-kata.

  • Sudah sopan belum bahasanya?
  • Bisa menyinggung tidak?
  • Perlu dikirim sekarang atau nanti saja?

Saring Sebelum Sharing

Tidak semua yang viral itu benar. Silaturahmi bisa rusak karena hoaks, salah paham, atau informasi yang belum jelas sumbernya. Biasakan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Cek dulu sebelum forward.
  • Baca sampai selesai.
  • Jangan ikut-ikutan panik.

NB: Bijak itu keren!

Baca Juga: Tradisi Sambut Hari Raya Idulfitri Unik Warga Jalan Pasir Luhur Malang, Takbir Keliling Pakai Sound Horeg

Dengan menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital, hubungan yang terjalin tetap bisa hangat dan harmonis meskipun tanpa tatap muka secara langsung.

Kebiasaan sederhana seperti berpikir sebelum bertindak dan menyaring informasi dapat menjadi kunci untuk menjaga silaturahmi tetap sehat di era digital.

Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi Diskominfo Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @diskominfojabar pada Minggu (22/3/2026), mengajak masyarakat untuk sebelum klik memastikan sudah teliti.

“Sebelum klik, pastikan sudah teliti ya! Jangan mudah percaya dan asal sebar! Silatuhrami yang sehat dimulai dari sikap yang cerdas dan waspada ya, Wargi!” Tulisnya dalam unggahan.

Baca Juga: Banyak Tetangga yang Mendadak Hilang, Warga Indonesia Rayakan Idulfitri Tahun 1966 dengan Penuh Rasa Ketakutan

Related Post

Tinggalkan komentar