4 Karakter Anime yang Awalnya Dikira Baik Ternyata Punya Niat Jahat di Baliknya

Sekitarbandung.com – Dalam anime atau film animasi Jepang, ada banyak tokoh yang memiliki sifat baik di awal, tetapi ternyata merupakan karakter antagonis utama (villain) yang

Dicky Wicaksono

[addtoany]

4 Karakter Anime yang Awalnya Dikira Baik Ternyata Punya Niat Jahat di Baliknya
4 Karakter Anime yang Awalnya Dikira Baik Ternyata Punya Niat Jahat di Baliknya

Sekitarbandung.com – Dalam anime atau film animasi Jepang, ada banyak tokoh yang memiliki sifat baik di awal, tetapi ternyata merupakan karakter antagonis utama (villain) yang mengatur jalannya cerita.

Mereka sering memiliki motivasi berbasis keegoisan, ambisi kekuasaan, atau kehancuran yang bertentangan dengan nilai moral umum. Lantas, siapa saja tokoh anime yang terlihat baik tetapi ternyata sosok jahat?

1. Light Yagami (Death Note)

Light Yagami memiliki ambisi untuk menjadi polisi karena ingin menegakkan keadilan.

Namun, ia juga bisa membunuh orang dan menganggap dirinya sebagai dewa kematian.

2. Eren Yeager (Attack on Titan)

Eren Yeager dikenal sebagai pahlawan karena sering membantu orang dalam menghadapi serangan raksasa.

Di kemudian hari, ia melakukan pembunuhan, termasuk terhadap orang terdekatnya, demi memperjuangkan hal yang ia yakini.

Baca Juga: Transformasi Drastis Jepang yang Dulunya Raja Ngaret Jadi Negara yang Dianggap Kiblat Disiplin

3. Madara Uchiha (Naruto)

Awalnya, Madara Uchiha bukanlah sosok yang jahat. Alasannya menjadi penjahat justru karena dirinya menginginkan perdamaian dunia.

Madara hanya ingin menciptakan tempat bagi adiknya agar dapat hidup dengan damai.

4. Marshall D. Teach (One Piece)

Sosok yang lebih dikenal dengan sebutan Kurohige ini awalnya meyakinkan Luffy bahwa impian manusia tidak akan pernah berakhir.

Namun, ternyata Kurohige merupakan seorang pengkhianat yang rela membunuh temannya sendiri demi mencapai tujuannya.

Perubahan karakter dari baik menjadi jahat ini sering kali menjadi daya tarik tersendiri dalam cerita anime karena memberikan konflik yang lebih dalam dan emosional bagi penonton.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa tidak semua tokoh dapat dinilai hanya dari awal kemunculannya, karena setiap karakter memiliki latar belakang dan tujuan yang kompleks.

Baca Juga: Jepang Jadi Negara “Tidak”, Berikut Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Negeri Sakura!

Related Post

Tinggalkan komentar