Sekitarbandung.com – Empat prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) menjadi korban serangan Israel di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026) malam.
Kejadian tersebut diduga akibat proyektil Israel yang menyasar pos penjaga perdamaian di dekat Adchit al Qusayr, sehingga satu personel gugur dan beberapa anggota TNI lainnya mengalami luka serius.
Dilansir dari pemberitaan Kompas, berdasarkan informasi terbaru dari Markas Besar (Mabes) TNI, keempat korban tersebut adalah sebagai berikut:
- Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur.
- Praka Rico Pramudia mengalami luka berat.
- Praka Bayu Prakoso mengalami luka ringan.
- Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
Mereka semua merupakan anggota Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S yang tergabung dalam UNIFIL.
Baca Juga: Kabar Duka, Satu Prajurit TNI Pasukan Perdamaian Gugur dan Luka Serius Akibat Proyektil Israel
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) pun langsung bereaksi keras dan mendesak adanya penyelidikan transparan atas serangan di wilayah Lebanon Selatan ini.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga mengutuk keras serangan ini dan mengingatkan bahwa perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan hal yang tidak bisa ditawar di tengah konflik.
Hormat setinggi-tingginya untuk patriot bangsa yang gugur demi menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan personel yang terluka segera diberikan kesembuhan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa misi perdamaian bukan tanpa risiko, sehingga perlindungan terhadap pasukan yang bertugas harus terus menjadi perhatian bersama di tengah konflik yang masih berlangsung.
Baca Juga: Bulgaria Puji Duet Beckham-Ole Romeny Saat Bertanding Melawan Saint Kitts & Nevis

