Sekitarbandung.com – Ratusan driver ojol menggeruduk gedung rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor untuk melayangkan protes sekaligus mengajak berdialog pada Selasa (31/3/2026) siang.
Dikutip dari pemberitaan beberapa media, ratusan ojol tersebut menuntut pembukaan kembali Gerbang Makalangan akibat sulitnya akses gerbang yang kini berbasis QR.
Penerapan sistem QR melalui aplikasi SAUNPAD tersebut dinilai justru menyulitkan para mitra ojol hingga memicu aksi lawan arus demi efisiensi waktu dalam menjemput orderan.
Selain itu, massa juga menyoroti penutupan akses ke arah Jatos serta minimnya fasilitas jalan di kawasan pendidikan tersebut yang dianggap mempersempit ruang gerak mereka.
Seusai berdialog dan menyampaikan tuntutannya, para driver ojol tersebut kemudian membubarkan diri dengan tertib tanpa adanya bentrokan satu sama lain.
Insiden ini pun sontak menarik perhatian para netizen. Banyak dari mereka yang mendukung penutupan Gerbang Makalangan karena wilayah tersebut merupakan milik Unpad dalam sektor pendidikan.
Selain itu, beberapa warganet yang lain juga mempertanyakan atas perihal apa para driver ojol melakukan demo seperti itu. Padahal langkah yang diambil Unpad merupakan kebijakannya.
Jika memang masih ingin menarik orderan di sekitar lokasi, maka ikuti peraturan yang berlaku. Jika tidak suka dan tidak mau mengikuti peraturannya, maka tidak perlu narik di area tersebut.

