Dunia Sudah di Tahun 2026, tetapi Negara Afrika ini Masih Stuck di Tahun 2019

Sekitarbandung.com – Mesin waktu itu nyata. Cukup terbang ke negara di Afrika, yaitu Ethiopia, dan kamu otomatis “kembali muda” tujuh tahun dalam satu malam. Kok

Dicky Wicaksono

Dunia Sudah di Tahun 2026, tetapi Negara Afrika ini Masih Stuck di Tahun 2019
Dunia Sudah di Tahun 2026, tetapi Negara Afrika ini Masih Stuck di Tahun 2019

Sekitarbandung.com – Mesin waktu itu nyata. Cukup terbang ke negara di Afrika, yaitu Ethiopia, dan kamu otomatis “kembali muda” tujuh tahun dalam satu malam. Kok bisa?

Di sini, tahun masih 2019, bukan 2026. Bukan karena dunia kiamat atau kamu masuk ke masa lalu, tetapi karena mereka memiliki kalender sendiri yang bernama Ge’ez.

Kalender Ge’ez ini sangat berbeda dengan kalender Gregorian karena satu alasan, yaitu perhitungan kelahiran Yesus Kristus.

Pada abad ke-16, Gereja Roma menghitung Yesus lahir pada tahun 1 Masehi, sedangkan Gereja Ethiopia menghitung lebih lambat, yaitu tahun 7 Masehi.

Hitungan Kalender Berbeda

Tidak hanya tahunnya yang berbeda, sistem kalendernya juga berbeda, yaitu tetap ada 12 bulan yang masing-masing berjumlah 30 hari.

Lalu, hal tersebut ditambah dengan bulan ke-13 bernama Pagumē yang hanya terdiri dari 5-6 hari pada tahun kabisat. Jadi, totalnya ada 13 bulan dalam satu tahun.

Di bulan Pagumē ini merupakan waktu untuk refleksi dan persiapan dalam menyambut Enkutatash.

Baca Juga: Misi Bersejarah 50 Tahun Terakhir Artemis II ke Bulan, Masalahnya WC Mampet!

Apa Itu Enkutatash?

Enkutatash dirayakan setiap tanggal 11 September. Pada tahun kabisat, perayaannya bergeser satu hari menjadi tanggal 12 September.

Tradisi ini juga menjadi peringatan dari sebuah mitos ketika Ratu Syeba pulang dari kunjungan ke Raja Solomo di Yerusalem, dan rakyatnya menyambut dengan suka cita karena ratunya membawa kedaulatan.

Selain itu, cara Ethiopia dalam menghitung jam juga sangat berbeda dan unik. Bayangkan kamu janji kencan di pagi hari. Di Ethiopia, kamu harus bilang, “Yuk, kita ketemu pukul satu pagi”.

Kedengarannya aneh, kan? Tidak bagi mereka. Hitungan pukul 1 di sana sama dengan pukul 7 di hitungan kita. Bagi mereka, hari dimulai saat matahari muncul, bukan saat tengah malam pukul 24.00.

Baca Juga: 6 Musisi Besar yang Ironisnya Tidak Pernah Punya Hit Nomor Satu

Related Post

Tinggalkan komentar