Sekitarbandung.com – Sedang capek-capeknya dengan hidup lalu punya janji bertemu sahabat. Padahal hanya duduk ngobrol ringan, tetapi anehnya kok bisa terasa tenang banget ya?
Ternyata, prosesnya dimulai saat baru melihat wajahnya dari jauh, otak sudah langsung mengaktifkan Nucleus Accumbens (sistem reward).
Secara biologis, sensasi yang muncul kurang lebih sama seperti saat mendapatkan menang undian. Perasaan kaget dan bahagia muncul secara bersamaan saat itu juga.
Saat sudah duduk bersama lalu ngobrol ngalor-ngidul sambil tertawa terbahak-bahak, di situlah hormon dopamin di otak melonjak tajam.
Inilah alasan ilmiah mengapa setelah ngobrol berjam-jam, bukannya capek, malah merasa energinya kembali penuh untuk menghadapi kenyataan hidup yang sebenarnya lagi tidak baik-baik saja.
Baca Juga: 5 Aktor Hollywood yang Kariernya Hancur karena Satu Film Gagal
Kadang, ngobrol saja tidak cukup karena saking senangnya sampai saling peluk-pelukan atau nepuk-nepuk pundak.
Di momen ini, oksitosin (hormon peluk) ikut dilepaskan. Hormon ini membantu menurunkan tekanan darah dan membuat kamu merasa benar-benar rileks.
Serunya, riset menunjukkan bahwa persahabatan yang kuat bisa memperpanjang usia.
Efek sehatnya ke tubuh bahkan disebut lebih besar daripada sekadar olahraga rutin tiap pagi. Eits, bukan berarti harus berhenti untuk olahraga.
Pada akhirnya, kehadiran sahabat tidak hanya membuat hati terasa lebih ringan, tetapi juga memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh dan pikiran.
Baca Juga: Dunia Sudah di Tahun 2026, tetapi Negara Afrika ini Masih Stuck di Tahun 2019

