Sekitarbandung.com – Guna mengurangi beban lingkungan dan menghasilkan sumber energi baru bagi kebutuhan masyarakat, sampah dari Bandung Raya akan diolah menjadi energi listrik.
Pengolahan tersebut dilakukan melalui pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, yang melibatkan wilayah Bandung Raya, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa Pemkot Bandung berkomitmen mengelola sekitar 800 ton sampah per hari melalui skema Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
“Ini merupakan komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengatasi persoalan sampah secara regional,” ujarnya di Gedung Pakuan, Kota Bandung (15/4/2026).
Selain persoalan sampah, Farhan juga ingin mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga konsumsi energi per kapita pasti meningkat. Dengan suplai yang cukup, harga energi bisa lebih efisien bagi masyarakat.
“Selama kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi, konsumsi energi per kapita pasti meningkat. Dengan suplai yang cukup, justru harga energi bisa lebih efisien bagi masyarakat,” lanjutnya.
Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan, Farhan menyebut kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan program lintas pemerintahan agar pembangunan berjalan lebih terarah dan terukur.
“Semua program pemerintah, baik itu pusat, provinsi, maupun kota dan kabupaten, wajib untuk disinkronkan. Mulai dari aturan, program, hingga strategi pelaksanaannya,” katanya.
Kendati demikian, Farhan menambahkan bahwa masih terdapat beberapa tantangan koordinasi lintas kewenangan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan terobosan kebijakan agar dapat berjalan efektif.
“Memang kadang ada beberapa hal yang harus tetap dijalankan meskipun regulasinya belum sepenuhnya tersedia. Tentu hal ini membutuhkan terobosan kebijakan,” imbuhnya.
Baca Juga: Perkuat Penanganan Sampah, Pemkot Bandung Salurkan Sarana Prasarana Pengolahan Sampah

