Sekitarbandung.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menemui Syamsiah yang biasa disapa Bu Atun, guru PKN SMAN 1 Purwakarta yang viral karena diejek oleh beberapa muridnya.
Bu Atun menganggap bahwa memang ada sebuah tantangan besar menjadi guru PKN. Bahkan, ia juga mengatakan bahwa dirinya tertantang dalam membentuk kecerdasan siswa.
Setidaknya ada tiga aspek yang harus dicapai olehnya, yakni intelektual, spiritual, dan emosional. Saling menghargai antara siswa dan guru sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
Lima Indikator Capaian Gapura Panca Waluya
Isu sikap dan etika di lingkungan pendidikan masih menjadi tantangan bersama. Hal ini relevan dengan lima indikator capaian Gapura Panca Waluya.
1. Cageur
Cageur artinya sehat. Bagaimana terbentuknya kesiapan fisik yang lebih baik sehingga energi bisa tersalurkan untuk mengoptimalkan ketahanan fisik.
2. Bageur
Bageur berarti baik hatinya. Bageur ini bisa menumbuhkan sikap percaya diri dalam berinteraksi, lalu berkolaborasi dengan semangat saling menghargai.
3. Bener
Bener lebih kepada nilai integritas seseorang. Terinternalisasinya disiplin dan integritas dalam mengelola aktivitas keseharian secara bertanggung jawab dan konsisten.
4. Pinter
Pinter berarti memiliki pemahaman baru tentang pentingnya hidup tertib, menaati norma, dan etika.
5. Singer
Singer artinya meningkatnya kecekatan dan kemampuan responsif terhadap persoalan kemasyarakatan serta dasar-dasar kepemimpinan.
Satu hal yang digarisbawahi di sini yaitu generasi muda Jawa Barat tidak hanya didorong untuk menjadi pintar, tetapi juga bageur, cageur, bener, dan singer.
Membangun pendidikan yang sehat tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat melalui sikap saling menghargai antara siswa dan guru.
Baca Juga: Momen Ketika Bapak Guru ini Punya Kesabaran Setipis Tisu dalam Mengajar Muridnya di SLBN 1 Sumbawa

