Sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan gaji guru honorer yang tertunda selama kurang lebih 4 bulan akan cair pekan ini dengan anggaran Rp51 miliar.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa anggaran tersebut memang sudah dipersiapkan. Namun karena adanya proses administrasi, maka harus menunggu persetujuan banyak pihak.
“Anggarannya ada, tetapi pencairannya itu memang kita harus menunggu persetujuan banyak pihak. Sehingga memang kami harus melakukan pengadministrasian dan dasar-dasar hukum yang baik,” ujarnya di Balai Kota Bandung, pada Kamis (23/4/2026).
Farhan menargetkan bahwa proses pencairan gaji honorer tersebut akan dilaksanakan pada awal bulan Mei. Bahkan ia juga meminta maaf atas keterlambatannya.
Baca Juga: Momen Ketika Bapak Guru ini Punya Kesabaran Setipis Tisu dalam Mengajar Muridnya di SLBN 1 Sumbawa
“Harus minggu ini. Sekarang tanggal 23 April dan minggu depan sudah masuk Mei, minggu depan tanggal 30 atau tanggal 1 harus sudah cair pokoknya. Kelamaan sudah 4 bulan menunggu. Kasihan, hampura pisan,” lanjutnya.
“Saya mohon maaf sekali ada keterlambatan untuk guru honorer. Mudah-mudahan minggu ini surat rekomendasi sudah keluar, sehingga saya bisa langsung membuat kepwalnya dan langsung cair uang,” tuturnya.
Dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp51 miliar dari APBD tahun 2026, maka rincian gaji yang akan diterima yaitu sebagai berikut:
- Guru SD, SMP, dan tutor: Rp3,2 juta per bulan.
- Guru PAUD: Rp1 juta per bulan.
Pencairan anggaran tersebut diharapkan dapat menjawab keluhan para guru honorer sekaligus menjadi langkah nyata Pemkot Bandung dalam memastikan hak tenaga pendidik bisa terpenuhi.
Baca Juga: Bapak Guru ini Berpesan Jika Sudah Sukses Jangan Undang ke Nikahan, Endingnya Semua Murid Nangis

