Kekuatan Lagu Galau yang Mampu Bikin Lega Saat Sedih melalui Karya Seni

Sekitarbandung.com – Saat rebahan di akhir pekan sambil membuka layanan streaming musik, lalu dengan sadar memilih playlist lagu sedih karena sedang mengalami putus cinta, anehnya

Dicky Wicaksono

Kekuatan Lagu Galau yang Mampu Bikin Lega Saat Sedih melalui Karya Seni
Kekuatan Lagu Galau yang Mampu Bikin Lega Saat Sedih melalui Karya Seni

Sekitarbandung.com – Saat rebahan di akhir pekan sambil membuka layanan streaming musik, lalu dengan sadar memilih playlist lagu sedih karena sedang mengalami putus cinta, anehnya setelah mendengarkan selama satu jam, kita justru merasa lebih ringan.

Manusia memang unik, ada sejumlah kesenangan yang lahir dari kesedihan yang disebut pleasurable sadness, sebuah paradoks, salah satunya melalui kebiasaan mendengarkan lagu galau.

Mengapa bisa begitu? Hal ini disebut sebagai tanda bahwa kita memiliki empati, meskipun dalam kadar tertentu, karena orang dengan empati tinggi cenderung lebih mudah terkoneksi dan memaknai sebuah karya seni.

Saat mendengarkan lagu galau, otak tidak langsung ikut sedih, justru yang terjadi sebaliknya, tubuh melepaskan dopamin, yaitu zat yang sama yang muncul saat kita makan enak atau jatuh cinta.

Baca Juga: Kerokan Jadi Obat Sakit Simpel dan Sering Jadi Obat Andalan

Bersamaan dengan itu, hormon prolaktin juga ikut meningkat, yang biasanya muncul saat mengalami trauma untuk membantu tubuh bertahan, sehingga otak seolah “tertipu” oleh efek emosional dari musik.

Selain itu, lagu galau juga berfungsi sebagai coping mechanism, di mana kita seakan memiliki teman imajiner karena musik dianggap sebagai sesuatu yang memiliki suasana hati serupa dan membantu mengekspresikan perasaan yang sulit diungkapkan.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, coping mechanism setiap orang berbeda-beda, tergantung pada kepribadian dan kebiasaan masing-masing.

Jadi, saat sedang sedih, tidak harus selalu tenggelam dalam musik galau karena masih banyak aktivitas non-musik yang juga bisa memberikan manfaat, seperti berolahraga atau melakukan kegiatan lain yang positif.

Baca Juga: Trik 20-20-20 untuk Kesehatan Mata, Yuk Ikuti Pedoman WHO dan AAP!

Related Post

Tinggalkan komentar