Cerita di Balik “Wayang Hidup” yang Digagas oleh Abah Asep Sunandar Sunarya

Sekitarbandung.com – Nama Abah Asep Sunandar Sunarya adalah legenda, namun tidak banyak yang mengetahui perjalanan di balik layar sang maestro yang berhasil membawa wayang golek

Dicky Wicaksono

Cerita di Balik “Wayang Hidup” yang Digagas oleh Abah Asep Sunandar Sunarya
Cerita di Balik "Wayang Hidup" yang Digagas oleh Abah Asep Sunandar Sunarya (Instagram/@humas_jabar)

Sekitarbandung.com – Nama Abah Asep Sunandar Sunarya adalah legenda, namun tidak banyak yang mengetahui perjalanan di balik layar sang maestro yang berhasil membawa wayang golek ke puncak popularitas.

Abah Asep, begitu panggilannya, bukan hanya sekadar memainkan wayang, tetapi juga melakukan riset lapangan secara langsung untuk menciptakan gaya pementasan yang segar.

Mendobrak “Pakem” yang Tabu

Pada zaman dahulu, wayang pakem merupakan konvensi yang dianggap “tabu” untuk disentuh kreativitas, di mana tokoh satria dan dewa harus tampil sempurna tanpa cela.

Abah Asep berani keluar dari zona nyaman. Ia memodifikasi teknik sabet (gerak wayang) dan antawacana (pengaturan nada suara) menjadi lebih dramatis dan realistis.

Inovasi yang Menghidupkan Tradisi

Inovasi Abah Asep jauh melampaui visual. Ia menciptakan mekanisme Wayang Hidup seperti berikut ini:

  • Kepala wayang yang bisa terbelah.
  • Wayang yang bisa menghisap rokok.
  • Adegan muntah mi yang legendaris.

Semua ini adalah alat untuk menyampaikan pesan sosial dengan cara yang lebih menyentuh audiens modern.

Baca Juga: 6 Jenis Angklung Jawa Barat yang Masuk ke dalam WBTb Indonesia

Di Balik Kebanyolan Cepot

Misalnya, di balik banyolan Cepot terdapat ketajaman kritik sosial. Abah Asep menggunakan panggung wayang sebagai sarana edukasi dan cermin masyarakat.

Bahkan, ia juga membuktikan bahwa wayang bisa tetap relevan tanpa kehilangan akarnya.

Mengubah wayang dari sekadar media dakwah pada masa wali menjadi sarana hiburan, kritik sosial, hingga penyampai pesan program pemerintah.

Berkat Abah Asep, wayang golek kini bukan lagi kesenian “pelosok”. Ia telah dipentaskan di panggung nasional bahkan internasional, serta menjadi identitas bangsa di mata dunia.

Lantas, sekarang pertanyaannya, apa lakon, banyolan, atau petuah dari Abah Asep melalui tokoh Cepot yang paling membekas di ingatanmu?

Baca Juga: Bandung Jadi Saksi Lahirnya Percetakan Pertama di Jawa Barat

Related Post

Tinggalkan komentar