Sekitarbandung.com – Dalam rangka menjelang Milangkala Tatar Sunda, yuk kenalan dengan kerajaan-kerajaan Sunda yang pernah berjaya. Lantas, kerajaan-kerajaan apa saja tersebut?
1. Kerajaan Salakanagara
Salakanagara didirikan pada tahun 52 Saka (130/131 Masehi). Sumber utama sejarah Salakanagara adalah manuskrip Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara.
Hal tersebut disusun pada abad ke-17 oleh sebuah dewan yang dipimpin oleh Pangeran Wangsakerta dari Cirebon. Kerajaan Salakanagara kemudian digantikan oleh Kerajaan Tarumanagara.
2. Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan ini pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-5 sampai abad ke-7 Masehi. Bukti tertua peninggalan arkeologi dari kerajaan ini adalah Prasasti Ciaruteun.
Prasasti tersebut ditandai dengan bentuk tapak kaki Raja Purnawarman. Di bawah kepemimpinan Sri Maharaja Tarusbawa, ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda.
3. Kerajaan Sunda
Sri Maharaja Tarusbawa adalah raja ke-13 Tarumanagara sekaligus pendiri dan raja pertama Kerajaan Sunda. Ia dinobatkan sebagai raja pada tanggal 18 Mei 669 Masehi.
Rujukan paling awal mengenai nama “Sunda” yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah kerajaan adalah ditemukannya Prasasti Kebon Kopi II.
Baca Juga: Hari Ini! Kirab Budaya Tatar Sunda “Binokasih Mulang Salaka” di Kabupaten Sumedang
4. Kesultanan Banten
Kesultanan ini berawal sekitar tahun 1526, ketika Kesultanan Demak dan Cirebon memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat laut Pulau Jawa.
Hal tersebut dilakukan dengan cara menaklukkan beberapa kawasan pelabuhan kemudian menjadikannya sebagai pangkalan militer serta kawasan perdagangan.
5. Kesultanan Cirebon
Kesultanan Cirebon adalah sebuah kesultanan di daratan utara pulau Jawa bagian barat pada abad ke-15 dan 16.
Kesultanan Cirebon erat kaitannya dengan sosok Sunan Gunung Jati yang dikenal sebagai salah satu dari sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di Lampung dan Jawa bagian barat.
6. Kerajaan Sumedang Larang
Kerajaan ini didirikan pada tahun 721 M oleh Prabu Tajimalela, keturunan dari raja Wretikandayun dari Kerajaan Galuh. Kerajaan ini menjadi pusat penyebaran Islam penting di Tatar Sunda, terutama pada masa pemerintahan Pangeran Santri dan Prabu Geusan Ulun.
Keenam kerajaan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah panjang Tatar Sunda yang menunjukkan perkembangan politik, budaya, dan penyebaran agama dari masa ke masa, terutama di Jawa Barat.
Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Orang Sunda Dikenal Someah Hade ka Semah

