Sekitarbandung.com – Dalam prinsip hidup masyarakat Sunda, penghormatan kepada tamu dikenal dengan istilah someah hade ka semah yang berarti ramah dan bersikap baik kepada tamu.
Prinsip ini sudah menjadi bagian dari filosofi hidup masyarakat Sunda, terutama dalam adab kepada tamu. Kita harus bersikap baik, ramah, menjamu, dan membahagiakan tamu.
Someah sendiri memiliki makna ramah. Hade artinya baik. Ka semah berarti ke tamu. Someah hade ka semah sama saja dengan “ramah kepada tamu”.
Budaya Someah Membuat Pendatang Merasa Diterima
Masyarakat Sunda dikenal dengan ciri khasnya yang someah, mudah tersenyum, saling menyapa, dan terbuka terhadap siapa pun.
Sapaan sederhana seperti “punten” atau “mangga” menjadi ciri khas yang membuat masyarakat maupun pendatang merasa diterima.
Budaya someah masih menjadi kebudayaan turun-temurun hingga saat ini. Namun, dikarenakan zaman yang terus berkembang, maka terjadilah pergeseran budaya lokal.
Baca Juga: Arti dan Makna Logo Milankala Tatar Sunda di Setiap Garis dan Bentuknya
Budaya Sunda Masa Kini
Zaman modern ini membuat budaya someah menjadi terkikis, namun kita bisa tetap melestarikannya dengan cara-cara berikut ini:
- Anak muda tetap bersikap sopan, ramah, dan bertutur kata lembut kepada yang lebih tua.
- Tetap menerapkan budaya kesopanan seperti berkata “punten” dan “mangga”.
- Orang tua tidak ragu untuk menegur anak jika sudah tidak sopan.
Dengan tetap melestarikan budaya someah ini, diharapkan masyarakat Sunda dapat menjadi contoh yang baik bagi suku-suku lain.
Contoh baik tersebut yaitu dalam perilaku dan komunikasi yang santun dan sopan. Selain itu, juga mengutamakan keramahan dalam berinteraksi dengan sesama masyarakat.
Baca Juga: Selamat Hari Bumi Internasional, Yuk Kenalan dengan Konsep Trilogi Leuweung!

