Sekitarbandung.com – Hedy Lamarr merupakan seorang aktris papan atas Hollywood pada tahun 1940-an yang saking menawannya hingga digelari sebagai “Wanita Tercantik di Dunia”.
Semua orang tahu bahwa dunia aktris itu penuh gemerlap. Pesta sini, pesta sana. Namun, ia justru lebih sering berkutat dengan rumus dan diagram teknis di ruang kerjanya.
Pada tahun 1940, Perang Dunia II pecah. Sebagai pengungsi Yahudi Austria, Hedy tidak bisa tinggal diam melihat kekejaman Nazi. Ia pun melihat satu masalah di militer.
Permasalahan tersebut yaitu torpedo Amerika sangat mudah dibajak oleh musuh karena sinyal radionya hanya berada di satu frekuensi, sehingga sering terkena gangguan. Hedy pun berpikir:
“Bagaimana jika frekuensinya tidak diam di satu tempat, tetapi loncat-loncat?”
Dari rasa penasaran tersebut, ia mengajak temannya yang seorang komposer, George Antheil, untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai keberlanjutan ide tersebut.
Terinspirasi dari mekanisme tuts piano, mereka menciptakan konsep “Frequency Hopping”. Konsep ini membuat sinyal berpindah secara acak sehingga musuh mustahil membajak torpedonya.
Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Kita Kecanduan Media Sosial hingga Lupa Waktu
Pada tahun 1942, Hedy mematenkan ide jenius tersebut dan memberikannya secara “gratis” kepada militer Amerika Serikat sebagai bentuk dukungan patriotik untuk melawan Nazi.
Alih-alih berterima kasih, Angkatan Laut Amerika Serikat justru berkata seperti ini:
“Nyonya Lamarr, urusan torpedo biarlah menjadi tugas pria berseragam. Jika Anda benar-benar ingin berbakti pada negara, maka gunakanlah pesona Anda untuk menjual surat utang perang, bukan mengajari kami tentang teknologi.”
Puluhan tahun kemudian, dunia baru sadar bahwa teknologi “jadul” ciptaan Hedy ternyata menjadi fondasi dari seluruh komunikasi nirkabel modern. Tanpanya, tidak akan ada Wi-Fi, Bluetooth, GPS, atau sinyal 4G di HP kita saat ini.
Baru pada tahun 1997, tepat tiga tahun sebelum wafat, dunia akhirnya memberikan penghargaan dari Electronic Frontier Foundation (EFF) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya.
Tragisnya, hingga akhir hayatnya, Hedy tidak pernah mendapatkan royalti sepeser pun dari hasil temuannya. Ia mungkin tidak mewariskan harta, tetapi mewariskan masa depan yang kini kita genggam setiap hari.
Terima kasih, Hedy.
Baca Juga: Dianggap Cuma Model Biasa, Padahal Hedy Lamarr Penemu Teknologi yang Mengubah Dunia Selamanya

