Dianggap Cuma Model Biasa, Padahal Hedy Lamarr Penemu Teknologi yang Mengubah Dunia Selamanya

Sekitarbandung.com – Namanya Hedy Lamarr. Dunia mengenalnya sebagai “The Most Beautiful Woman in the World” pada era tahun 1940-an. Tetapi dunia salah besar. Di balik

Dicky Wicaksono

Dianggap Cuma Model Biasa, Padahal Hedy Lamarr Penemu Teknologi yang Mengubah Dunia Selamanya
Dianggap Cuma Model Biasa, Padahal Hedy Lamarr Penemu Teknologi yang Mengubah Dunia Selamanya

Sekitarbandung.com – Namanya Hedy Lamarr. Dunia mengenalnya sebagai “The Most Beautiful Woman in the World” pada era tahun 1940-an.

Tetapi dunia salah besar. Di balik wajah cantiknya tersebut ternyata tersimpan otak jenius yang melampaui zamannya.

Saat artis lain sibuk pesta dan berbelanja, Hedy justru mempunyai hobi yang “aneh”. Pulang syuting, ia tidak tidur. Ia masuk ke ruang kerjanya untuk menjadi penemu.

Ia bereksperimen dengan desain pesawat terbang untuk Howard Hughes, membuat tablet minuman soda, hingga menyempurnakan lampu lalu lintas. Tapi penemuan terbesarnya lahir dari kebenciannya pada NAZI.

Perang Dunia II sedang berkecamuk pada tahun 1940. Hedy yang merupakan seorang Yahudi Austria pelarian, ingin membantu Amerika menghancurkan NAZI.

Ia tahu masalah terbesar Angkatan Laut AS saat itu yaitu torpedo sering meleset. Mengapa? Karena sinyal radio pengendali torpedo mudah diganggu oleh musuh, sehingga torpedo berbelok arah.

Hedy berpikir: “Bagaimana kalau frekuensi radionya tidak diam di satu tempat, tapi loncat-loncat?”

Bersama temannya, komposer George Antheil, mereka menciptakan konsep “Frequency Hopping”.

Idenya terinspirasi dari tuts piano. Sinyal radio akan berpindah-pindah frekuensi secara acak (seperti nada lagu), sehingga musuh mustahil mendeteksinya.

Baca Juga: Saat Bali Hampir Bangkrut, Perang Sebenarnya Bukan Lawan Alam tapi Persepsi Dunia

Hedy mematenkan ide jenius ini pada tahun 1942. Ia memberikannya GRATIS ke Angkatan Laut AS. Apa respons militer? Mereka menertawakannya.

“Nyonya Lamarr, kalau Anda mau bantu perang, lebih baik Anda jual surat obligasi dan gunakan wajah cantik Anda untuk jualan ciuman.”

Idenya ditolak mentah-mentah oleh mereka karena ia merupakan seorang perempuan dan seorang artis.

Paten itu tersimpan berdebu di arsip militer selama puluhan tahun. Hedy kembali ke Hollywood, menua, dan perlahan dilupakan.

Dunia hanya memujanya sebagai “Boneka Cantik”, bukan sebagai Insinyur Jenius. Ia hidup menyendiri dan tidak mendapatkan uang sepeser pun dari patennya yang brilian itu.

Akhirnya pada tahun 1990-an, saat Hedy sudah tua renta, dunia teknologi sadar. Teknologi Frequency Hopping ciptaannya ternyata menjadi pondasi dasar untuk komunikasi nirkabel modern.

Tanpa adanya ide Hedy Lamarr tersebut, maka tidak akan ada yang namanya Wi-Fi, Bluetooth, GPS, dan CDMA (Sinyal HP).

Hedy Lamarr meninggal dunia pada tahun 2000. Meski terlambat, ia akhirnya diakui sebagai “Ibu Kandung Wi-Fi”.

Kutipan legendarisnya menjadi tamparan bagi mereka yang meremehkannya: “Otak orang lebih menarik daripada penampilannya.”

Jadi, setiap kali HP-mu terhubung ke Wi-Fi, maka ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada wanita cantik ini.

Baca Juga: Demi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, I Gusti Ngurah Rai Rela Menukar dengan Nyawanya

Related Post

Tinggalkan komentar