Sekitarbandung.com – Dalam beberapa momen kelam sejarah, fanatisme yang berlebihan justru berubah menjadi tragedi mematikan. Lantas, tragedi apa saja tersebut?
1. Estadio Nacional (1964)
Kerusuhan terjadi saat pertandingan Peru vs Argentina di Lima. Keputusan wasit memicu kemarahan penonton, yang kemudian berubah menjadi kepanikan massal.
Banyak korban meninggal akibat desakan dan kesulitan keluar dari stadion. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi stadion paling mematikan dalam sejarah sepak bola.
2. Heysel Stadium Disaster (1985)
Kerusuhan terjadi sebelum final European Cup antara Liverpool F.C. dan Juventus F.C.. Kepanikan dan runtuhnya dinding stadion menyebabkan banyak korban meninggal serta ratusan lainnya luka-luka.
Tragedi ini membuat klub-klub Inggris sempat dilarang tampil di kompetisi Eropa selama beberapa tahun.
3. Hillsborough Disaster (1989)
Tragedi ini terjadi di Sheffield, Inggris, saat semifinal Piala FA antara Liverpool F.C. dan Nottingham Forest F.C.. Kepadatan penonton menyebabkan desakan besar di tribun.
Banyak korban meninggal akibat terjebak dan kekurangan oksigen. Peristiwa ini kemudian mengubah standar keamanan stadion di Inggris dan dunia sepak bola modern.
Baca Juga: Sebelum Tragedi Malari Tahun 1974, Ratusan Mahasiswa Turun ke Jalan Merazia Pejabat Berperut Buncit
4. Accra Sports Stadium (2001)
Kerusuhan dan kepanikan terjadi setelah pertandingan besar di Ghana. Penonton berdesakan saat mencoba keluar stadion, menyebabkan banyak korban jiwa akibat sesak dan terinjak.
5. Port Said Stadium (2012)
Kerusuhan pecah setelah pertandingan antara Al-Masry SC dan Al Ahly SC. Suporter menyerbu lapangan dan terjadi kekacauan besar di stadion. Peristiwa ini memicu kritik besar terhadap keamanan pertandingan di Mesir.
6. Kanjuruhan (2022)
Tragedi ini terjadi setelah pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Malang. Kepanikan massal terjadi setelah situasi memanas dan penonton berusaha keluar dari stadion secara bersamaan.
Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi sepak bola paling mematikan di dunia dan memicu evaluasi besar terhadap sistem keamanan stadion di Indonesia.
Deretan tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa sepak bola seharusnya menjadi ajang hiburan dan persatuan, bukan berubah menjadi bencana akibat fanatisme, lemahnya pengamanan, dan kepanikan massal di stadion.
Baca Juga: 7 Tragedi Pembantaian yang Dilupakan oleh Sejarah

