20 Tahun sebagai Menteri dan Sukses Ciptakan Sistem Puskesmas

Sekitarbandung.com – Dr. Johannes Leimena, sang menteri yang menjabat selama hampir 20 tahun tanpa putus, melintasi 18 susunan kabinet yang berbeda di era pemerintahan Presiden

Dicky Wicaksono

20 Tahun sebagai Menteri dan Sukses Ciptakan Sistem Puskesmas
20 Tahun sebagai Menteri dan Sukses Ciptakan Sistem Puskesmas

Sekitarbandung.com – Dr. Johannes Leimena, sang menteri yang menjabat selama hampir 20 tahun tanpa putus, melintasi 18 susunan kabinet yang berbeda di era pemerintahan Presiden Soekarno.

Hubungan Leimena dan Soekarno bukan hanya sekadar atasan dan bawahan, melainkan persahabatan sejati. Soekarno, seorang Muslim yang taat, sangat menghormati Leimena yang merupakan tokoh gereja Protestan.

Saking percayanya, Soekarno memanggilnya dengan julukan kesayangan, “Mijn Dominee” (Pendetaku) atau “Om Yo”, dan kerap menyerahkan tugas kepresidenan saat Soekarno melawat ke luar negeri.

Sulit Akses Rumah Sakit

Saat menjabat sebagai Menteri Kesehatan, Leimena melihat rakyat kecil di pedesaan sulit mengakses rumah sakit besar. Akhirnya pada tahun 1951, bersama dr. Abdoel Patah, ia menggagas “Bandung Plan”.

Bandung Plan merupakan sebuah konsep layanan terpadu yang menyatukan pengobatan dan pencegahan. Konsep inilah yang kelak menjadi cetak biru sistem Puskesmas di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Menlu Indonesia yang Sukses Damaikan Kamboja dan Selamatkan Jutaan Nyawa

Jauh dari Kemewahan

Meski puluhan tahun menjabat sebagai menteri, hidup Leimena jauh dari kemewahan. Ia adalah diplomat penting dalam perundingan Renville hingga KMB.

Namun, sang menteri bahkan tidak memiliki pakaian resmi yang layak untuk forum internasional. Untuk hadir di sidang luar negeri, ia kerap harus meminjam jas dan dasi milik teman-temannya.

Kesetiaan Leimena diuji pada masa transisi kekuasaan yang berdarah pasca-peristiwa tahun 1965. Di saat banyak loyalis mulai menjauh dari Soekarno demi mencari aman, Leimena tetap berdiri mendampingi sahabatnya.

Dengan ketenangan seorang negarawan, ia berusaha keras meredam ketegangan politik demi mencegah pecahnya perang saudara yang lebih luas.

Akhir Hidupnya

Dr. Johannes Leimena berpulang pada tahun 1977. Ia tidak meninggalkan rumah mewah, saldo rekening melimpah, atau perusahaan raksasa untuk keluarganya.

Namun, warisannya jauh lebih abadi, yaitu sistem Puskesmas yang menyelamatkan jutaan nyawa, dan sebuah teladan integritas bahwa kekuasaan adalah alat untuk melayani, bukan sarana menumpuk harta.

Baca Juga: 6 Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Pernah Menjerat Menteri

Related Post

Tinggalkan komentar