Vinay Hiremath, Jadi Kaya Raya dan Raih Financial Freedom tetapi Bingung Harus Ngapain

Sekitarbandung.com – Pada Oktober 2023, Loom, perusahaan Vinay, diakuisisi oleh Atlassian senilai US$975 juta atau sekitar Rp17 triliun. Vinay Hiremath, sang Co-founder dan ex-CTO Loom,

Dicky Wicaksono

Vinay Hiremath, Jadi Kaya Raya dan Raih Financial Freedom tetapi Bingung Harus Ngapain
Vinay Hiremath, Jadi Kaya Raya dan Raih Financial Freedom tetapi Bingung Harus Ngapain

Sekitarbandung.com – Pada Oktober 2023, Loom, perusahaan Vinay, diakuisisi oleh Atlassian senilai US$975 juta atau sekitar Rp17 triliun. Vinay Hiremath, sang Co-founder dan ex-CTO Loom, secara otomatis menjadi kaya raya.

Ia bahkan tidak diminta untuk pergi dan diberikan US$60 juta, atau sekitar Rp1 triliun, untuk tetap di Loom. Namun, Vinay memilih untuk cabut karena ia mengaku merasa bingung.

Financial Freedom

Vinay merasa sudah financial freedom dan tidak membutuhkan uang tambahan. Namun, muncul permasalahan baru, yaitu ia merasa tidak memiliki gairah.

Menurutnya, apa pun yang ia kerjakan terasa seperti side quest, yaitu hanya “misi tambahan” yang tidak mampu memberikan sebuah inspirasi.

Setelah menolak US$60 juta, ia secara random pergi ke hutan dan hiking tipis-tipis. Ia merasa kosong dan berharap jiwanya bisa kembali secara utuh.

Di sana, ia menjadi lumayan tenang. Menurutnya, pohon-pohon tersenyum kepadanya. Ia mempunyai inspirasi baru, yaitu membuat proyek robot karena ia suka.

Bukan karena Suka

Baru 2 minggu proyek berjalan, lagi-lagi Vinay “tersambar”, yaitu ia menyadari bahwa proyek ini ia lakukan bukan karena suka dengan bidang robotik.

Namun, ia hanya ingin merasa keren seperti Elon Musk yang waktu itu sedang sangat naik daun. Vinay merasa intensinya ini sangat cringe. Ia merasa geli sendiri kalau diingat-ingat.

Kembali Limbung

Vinay kembali limbung. Akhirnya ia traveling dengan pacarnya selama 6 bulan. Bukannya senang, Vinay dan pacarnya justru sering adu argumen mengenai hal-hal yang tidak penting.

Semua karena mental Vinay sedang tidak beres. Ia merasa insecure dan tidak mempunyai arah hidup. Akhirnya mereka putus setelah 2 tahun pacaran. Vinay mengatakan bahwa ini salah dirinya.

Baca Juga: Menlu Indonesia yang Sukses Damaikan Kamboja dan Selamatkan Jutaan Nyawa

Tidak Tahu Mau Ngapain

Tidak tahu lagi mau ngapain, Vinay mempunyai ide untuk naik Himalaya bersama dengan Dablam. Mereka berangkat saja dan tidak tahu apa-apa.

Ia baru tahu perjalanannya membutuhkan persiapan dan latihan setelah bertemu orang-orang yang juga sedang naik Himalaya. Namun, aksi nekatnya ini berhasil menghidupkan lagi suatu rasa:

“Wah ada tantangan nih di depan!”

Sepulangnya dari Himalaya, ia mulai memiliki gairah. Melalui koneksinya, ia melamar kerja di Department of Government Efficiency (DOGE), AS. Ia bekerja dengan idolanya dahulu, yaitu Elon Musk.

Namun, hal tersebut hanya bertahan selama 4 minggu. Ia masih merasa DOGE juga bukan tempat baginya dan masih merasa kosong. Akhirnya ia resign dan membeli tiket sekali jalan ke Hawai.

Belajar Fisika

Vinay tinggal di Hawai sambil belajar fisika. Katanya untuk bekal ilmu kalau nanti ingin membangun perusahaan lagi, meski perasaannya masih kosong.

Kisah ini ia ceritakan melalui blognya pada Januari 2025. Vinay mengatakan bahwa ia tidak meminta untuk dikasihani atau membandingkan dengan kondisi orang lain. Ia hanya ingin curhat. Satu kalimat yang ia tulis yaitu:

“Saya mempunyai kebebasan tidak terbatas, tetapi saya justru bingung harus apa.”

“Saya harap semua orang bisa mewujudkan impiannya, menjadi kaya raya dan terkenal, supaya mereka tahu bahwa bukan itu yang bisa bikin kita merasa lengkap.”

Baca Juga: Perjalanan Xi Jinping dari Anak Kecil yang Dicampakkan hingga Jadi Manusia Paling Powerful

Related Post

Tinggalkan komentar