Misteri Arsip BPUPKI 1945, Ternyata Catatan Aslinya Telah Lenyap

Sekitarbandung.com – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, merujuk pada pidato menggelegar Soekarno di sidang BPUPKI pada tahun 1945. Namun, di

Dicky Wicaksono

Misteri Arsip BPUPKI 1945, Ternyata Catatan Aslinya Telah Lenyap
Misteri Arsip BPUPKI 1945, Ternyata Catatan Aslinya Telah Lenyap

Sekitarbandung.com – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, merujuk pada pidato menggelegar Soekarno di sidang BPUPKI pada tahun 1945.

Namun, di balik sakralnya peringatan tersebut, ada sebuah misteri sejarah yang membayangi, yaitu dokumen notulensi asli dan catatan stenografi dari sidang penting ini seolah lenyap ditelan bumi.

Buku Naskah Persiapan UUD 1945

Karena arsip aslinya “hilang”, selama puluhan tahun, khususnya di era Orde Baru, sejarah kelahiran Pancasila merujuk pada satu sumber utama.

Sumber utama tersebut yaitu buku Naskah Persiapan UUD 1945 yang disusun oleh Muhammad Yamin pada tahun 1959.

Dalam buku tersebut, dikesankan bahwa sebelum Soekarno berpidato, Yamin dan Soepomo telah lebih dulu mencetuskan butir-butir yang sangat mirip dengan Pancasila pada 29 dan 31 Mei.

Penemuan Dokumen Asli

Namun, “monopoli sejarah” ini akhirnya runtuh. Pada tahun 1992, seorang sejarawan gigih bernama A.B. Kusuma mulai melacak keberadaan dokumen asli yang hilang tersebut.

Pencariannya berbuah manis di Belanda. Di dalam Nationaal Archief (Arsip Nasional Belanda) di Den Haag, ia berhasil menemukan seonggok dokumen rahasia milik A.G. Pringgodigdo yang sempat disita intelijen Belanda saat agresi militer.

Begitu dokumen bersandi rahasia itu dibuka, dunia sejarah Indonesia langsung terguncang. Catatan stenografi asli sidang membongkar fakta bahwa pidato panjang berlembar-lembar milik Muhammad Yamin.

Pidato yang dilakukan pada 29 Mei 1945 tersebut, yang selama ini kita pelajari di buku sekolah, ternyata tidak pernah ada.

Naskah tersebut diduga kuat baru ditulis oleh Yamin bertahun-tahun setelah Indonesia merdeka.

Baca Juga: Misteri Wajah Gajah Mada, Bukan dari Bukti Sejarah tetapi Hasil Imajinasi Muhammad Yamin

Akhir Perdebatan Panjang

Penemuan arsip Pringgodigdo ini mengakhiri perdebatan panjang.

Bukti otentik menunjukkan bahwa tidak ada anggota BPUPKI lain yang merumuskan dasar negara secara sistematis dengan nama “Pancasila” sebelum Soekarno maju ke podium pada 1 Juni 1945.

Soekarno-lah yang menjadi penemu, penggali, dan konseptor pertama dari dasar negara kita.

Koreksi sejarah ini bukanlah untuk mengecilkan jasa besar Muhammad Yamin.

Bagaimanapun, ia tetaplah seorang pemikir ulung dan tokoh kunci Panitia Sembilan yang ikut merumuskan Piagam Jakarta.

Kisah ini justru menjadi pengingat berharga bahwa ingatan sebuah bangsa yang besar harus selalu dirawat dan diuji menggunakan bukti-bukti arsip yang objektif serta jujur.

Baca Juga: Asal-usul Dana Sapi Kurban Setiap Idul Adha yang Gunakan Label “Bantuan Presiden”

Related Post

Tinggalkan komentar