Sekitarbandung.com – Sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam penerapan pembatasan ruang digital anak, karena hampir sepertiga waktu dalam sehari dihabiskan anak di lingkungan sekolah.
Lingkungan inilah yang membentuk kebiasaan sosial mereka. Bahkan, gerakan massal pembatasan screen time akan jauh lebih efektif apabila didukung oleh ekosistem guru dan teman sebaya.
SE Nomor 14 Tahun 2025
Melalui SE Nomor 14 Tahun 2025, Kemendikdasmen mengintegrasikan PP Tunas ke dalam pembiasaan harian di sekolah.
Tujuannya yaitu untuk mengalihkan ketergantungan digital anak ke aktivitas nyata yang mampu membangun karakter, kesehatan fisik, dan literasi.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) serta penerapan Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break (3S) yaitu sebagai berikut:
- Pembatasan ketat durasi penggunaan perangkat digital selama jam belajar.
- Menetapkan area bebas gadget di sekolah (misalnya kantin, lapangan, dan tempat ibadah).
- Penerapan jeda wajib dari layar komputer atau tablet untuk peregangan mata dan aktivitas fisik siswa.
Baca Juga: Mulai 1 Juli 2026 Mendatang, Beli Nomor HP Baru Wajib Lakukan Scan Wajah
Aksi Nyata Jawa Barat – Larangan Bawa HP ke Sekolah
Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor 27471/PK.03.03/SEKRE mengatur tentang pembatasan penggunaan gawai (handphone) di lingkungan satuan pendidikan.
Kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi yang melarang siswa membawa HP ke sekolah merupakan bentuk dukungan konkret Jawa Barat terhadap PP Tunas.
Langkah ini bahkan mendapatkan apresiasi langsung dari Menkomdigi karena dinilai efektif dalam mengembalikan fokus belajar serta interaksi sosial anak di dunia nyata.
“Regulasi ini sebagai fondasi awal untuk menata penggunaan media sosial yang berdampak terhadap tumbuh kembang anak.”
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Rabu (3/6/2026), mengajak masyarakat untuk saling menjaga demi generasi di masa mendatang.
“Langkah nyata dari sekolah sudah berjalan, sekarang giliran kita di rumah yang melanjutkan peran. Mari saling jaga demi generasi masa depan Jawa Barat yang cerdas, berkarakter, dan bijak digital,” tulisnya dalam unggahan.
Baca Juga: Judi Online Tidak Datang Tiba-tiba, Awalnya Coba Lalu Ujungnya Derita

