Ironi Draf Tulisan Soekarno Saat Kemerdekaan, Sempat Diremas dan Dibuang

Sekitarbandung.com – Pada 17 Agustus 1945 dini hari, Rumah Laksamana Maeda menjadi saksi ketegangan karena Soekarno, Hatta, dan Soebardjo baru saja selesai merumuskan konsep Kemerdekaan

Dicky Wicaksono

Ironi Draf Tulisan Soekarno Saat Kemerdekaan, Sempat Diremas dan Dibuang
Ironi Draf Tulisan Soekarno Saat Kemerdekaan, Sempat Diremas dan Dibuang

Sekitarbandung.com – Pada 17 Agustus 1945 dini hari, Rumah Laksamana Maeda menjadi saksi ketegangan karena Soekarno, Hatta, dan Soebardjo baru saja selesai merumuskan konsep Kemerdekaan Indonesia.

Sekitar pukul 03.00 dini hari, rumusan selesai. Soekarno menuliskan konsepnya langsung di atas selembar kertas bergaris biru yang disebut “naskah klad” atau versi draf kotor.

Masalahnya, naskah itu harus diketik agar resmi sehingga Sayuti Melik pun ditugaskan untuk mengetik naskah tersebut menggunakan mesin tik pinjaman dari seorang perwira Jerman.

Setelah selesai diketik rapi menjadi Naskah Otentik, sesuatu terjadi. Kertas tersebut diremas dan dibuang begitu saja ke tempat sampah karena dianggap tidak berguna.

Beruntung, ada satu orang dengan insting tajam di ruangan itu. Di matanya, remasan kertas yang teronggok di tempat sampah tersebut terlalu berharga untuk dilupakan.

Baca Juga: Patung Pancoran Berdiri Gagah di Jakarta, di Baliknya Ada Air Mata Soekarno

Burhanuddin Mohammad Diah, yang lebih dikenal sebagai B.M. Diah, merupakan seorang jurnalis yang diam-diam memungut kertas remasan tersebut.

Setelah itu, ia merapikannya, melipatnya, dan menyimpannya di buku catatannya. Tidak ada yang mengetahui aksinya pada malam itu.

B.M. Diah menyimpan kertas naskah tersebut selama 47 tahun dan merahasiakan keberadaan naskah asli itu. Setelah melewati berbagai era pergolakan Republik, akhirnya kertas tersebut terungkap.

Hingga pada akhirnya pada tahun 1992, B.M. Diah menyerahkan naskah tersebut kepada Presiden Soeharto melalui Menteri Sekretaris Negara, Moerdiono.

Kini, “pusaka dari tempat sampah” tersebut telah tersimpan dengan aman di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Baca Juga: Misteri Patung Pancoran yang Dibangun Gunakan Uang Soekarno dan Simpan Kisah Pilu

Related Post

Tinggalkan komentar