Biophilic Design, Cara Bandara di Singapura Mendesain Ruang agar Dekat dengan Alam

Sekitarbandung.com – Jika kamu pernah berkunjung ke Jewel Changi Airport di Singapura, kamu mungkin menyadari bahwa tempat ini terasa berbeda dari bandara pada umumnya. Di

Dicky Wicaksono

Biophilic Design, Cara Bandara di Singapura Mendesain Ruang agar Dekat dengan Alam
Biophilic Design, Cara Bandara di Singapura Mendesain Ruang agar Dekat dengan Alam

Sekitarbandung.com – Jika kamu pernah berkunjung ke Jewel Changi Airport di Singapura, kamu mungkin menyadari bahwa tempat ini terasa berbeda dari bandara pada umumnya.

Di tengah bangunan modern dan futuristis tersebut, justru terdapat hutan indoor, suara air, cahaya alami, hingga air terjun raksasa yang berada di dalam ruangan.

Saat ini, konsep seperti ini semakin sering dijumpai di berbagai tempat, mulai dari hotel, kantor, hingga kafe yang dipenuhi tanaman dan terasa lebih sejuk.

Ternyata, konsep ruang seperti ini tidak muncul secara acak atau sekadar mengikuti tren estetika. Ada pendekatan desain khusus di baliknya yang dikenal dengan nama Biophilic Design.

Sederhananya, Biophilic Design merupakan cara mendesain ruang agar manusia tetap bisa merasa dekat dengan alam meskipun hidup di tengah kota yang sangat sibuk.

Baca Juga: Game Buatan Developer Lokal Ini Disangka Bikinan Jepang

Hal ini dikarenakan pada dasarnya manusia memang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan alam. Itulah sebabnya cahaya matahari, tanaman, suara air, atau material kayu sering membuat sebuah tempat terasa lebih nyaman.

Dan ini bukan hanya soal estetika untuk Instagram. Banyak penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen alam dapat membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan fokus.

Mungkin itu juga alasan mengapa saat ini semakin banyak orang menyukai tempat yang terbuka, memiliki banyak tanaman, dan tidak terasa sumpek.

Singapura menjadi salah satu negara yang paling serius menerapkan konsep ini. Mereka benar-benar menghadirkan alam ke dalam kota, bukan justru menjauhkannya.

Hal tersebut karena di tengah kehidupan yang semakin cepat dan padat, manusia ternyata tetap membutuhkan satu hal sederhana, yaitu merasa dekat dengan alam kembali.

Baca Juga: Bola Canggih Piala Dunia, Inovasi FIFA dan Adidas Pakai Teknologi

Related Post

Tinggalkan komentar