Skandal Penipuan, Pemalsuan Kematian, dan Jurnalisme Investigasi di Kalimantan

Sekitarbandung.com – Perusahaan tambang asal Kanada, Bre-X Minerals Ltd., mengklaim menemukan potensi 30 juta ons emas di Busang, Kalimantan, pada Oktober 1995. Harga saham Bre-X

Dicky Wicaksono

Skandal Penipuan, Pemalsuan Kematian, dan Jurnalisme Investigasi di Kalimantan
Skandal Penipuan, Pemalsuan Kematian, dan Jurnalisme Investigasi di Kalimantan

Sekitarbandung.com – Perusahaan tambang asal Kanada, Bre-X Minerals Ltd., mengklaim menemukan potensi 30 juta ons emas di Busang, Kalimantan, pada Oktober 1995.

Harga saham Bre-X melonjak tajam, investor berdatangan, dan dibentuklah konsorsium tambang. Freeport-McMoRan menjadi salah satunya. Konsorsium ini kemudian disetujui oleh pemerintah Indonesia.

Bunuh Diri

Pada 19 Maret 1997, Manajer Eksplorasi Bre-X, seorang ahli geologi asal Filipina bernama Michael de Guzman, diduga bunuh diri dengan cara melompat dari helikopter yang ditumpanginya dalam perjalanan dari Samarinda menuju Busang.

Ia meninggalkan surat wasiat yang terverifikasi sebagai tulisan tangannya sendiri kepada sejumlah kerabat. Dalam surat tersebut, ia mengaku lelah dengan penyakit hepatitis B yang diidapnya.

Ia meminta agar jasadnya dikremasi, mengatur pengambilan barang-barang pribadinya, dan menyampaikan beberapa pesan lainnya.

Jasad de Guzman ditemukan empat hari kemudian di pedalaman hutan Kalimantan. Ia kemudian dimakamkan di Filipina.

Kecurigaan Kematian Guzman

Seminggu setelah insiden de Guzman, Freeport menyatakan bahwa klaim emas Bre-X sangat berlebihan. Bahkan, hampir tidak ada kandungan emas seperti yang diklaim sebelumnya. Saham Bre-X pun langsung ambruk.

Kejadian ini membuat seorang jurnalis senior Indonesia merasa curiga terhadap kematian de Guzman.

De Guzman diketahui memiliki empat istri, bergaji besar, dan memperoleh banyak uang dari pencairan saham Bre-X yang dimilikinya senilai US$4 juta atau sekitar Rp10 miliar dengan kurs tahun 1997.

Sang jurnalis senior menyebut de Guzman sebagai seorang penikmat hidup, sehingga kecil kemungkinan ia mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, keberadaan surat wasiat juga membuat dugaan pembunuhan menjadi sulit dibuktikan.

Baca Juga: Monumen Paling Kontroversial, Tugu Ini Ternyata Simpan Luka yang Sangat Kelam

Investigasi Dimulai

Satu-satunya kemungkinan yang tersisa, menurut sang jurnalis senior, adalah bahwa de Guzman memalsukan kematiannya. Akhirnya, ia pun memulai investigasi.

Berbagai cara ditempuh, mulai dari riset kepustakaan, pergi ke Kalimantan, terbang ke Filipina, hingga mewawancarai berbagai pihak. Hasil yang didapatkan di antaranya yaitu sebagai berikut:

  1. De Guzman menggunakan banyak gigi palsu.
  2. Tidak ada bunga dan tidak ada lilin (tradisi Katolik Filipina) di makam de Guzman.
  3. Pihak keluarga menolak berbicara karena dilarang oleh pengacara agar “tidak memperkeruh suasana”.

Investigasinya juga mengarah pada satu dugaan, yaitu bahwa de Guzman menyuruh anak buahnya untuk “melumuri” inti bor Busang dengan kandungan emas.

Hal tersebut dilakukan agar hasil eksplorasi menunjukkan angka potensi emas yang sangat besar.

Masih Menjadi Misteri

Status hidup atau mati de Guzman hingga kini masih menjadi misteri. Banyak pihak meyakini bahwa ia masih hidup dengan identitas baru.

Sang jurnalis senior menulis bahwa jika de Guzman mampu memperdaya para investor dan ahli geologi dunia, maka ia juga sangat mungkin mampu menciptakan skenario kematian yang meyakinkan.

Sang jurnalis senior kemudian menuliskan hasil investigasinya dalam sebuah buku berjudul Bre-X Sebungkah Emas di Kaki Pelangi.

Buku tersebut kerap menjadi referensi pembelajaran jurnalistik di Indonesia dan dianggap sebagai salah satu “buku wajib” bagi para jurnalis.

Kini, sang jurnalis senior telah berpulang dan meninggalkan warisan berharga bagi dunia jurnalisme Indonesia.

Uniknya, banyak masyarakat awam mengenalnya bukan sebagai jurnalis, melainkan sebagai pakar kuliner. Ia adalah Bondan Winarno.

Baca Juga: Kisah Heroik KH. Hasyim Asy’ari, Tolak Kaisar Tokyo dan Berujung Tragis

Related Post

Tinggalkan komentar