Sekitarbandung.com – Pada tahun 48 SM, Cleopatra kehilangan kekuasaannya di Mesir setelah terlibat konflik dengan saudaranya sendiri, yaitu Ptolemy XIII.
Di saat yang sama, Julius Caesar datang ke Mesir setelah memenangkan perang saudara di Romawi. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian inilah keduanya bertemu untuk pertama kalinya.
Menurut sejarawan kuno Plutarch, Cleopatra diam-diam menyusup ke tempat tinggal Caesar dengan bersembunyi di dalam gulungan kain besar. Keberanian dan kecerdasannya berhasil menarik perhatian Caesar.
Tak lama kemudian, Caesar memutuskan untuk membantu Cleopatra merebut kembali takhta Mesir yang sebelumnya jatuh ke tangan saudaranya.
Baca Juga: Legenda Asmara Beda Agama, Candi Plaosan di Jawa Tengah yang Dibangun karena Cinta
Hubungan politik mereka kemudian berkembang menjadi hubungan pribadi. Dari hubungan tersebut lahirlah seorang putra yang bernama Caesarion.
Bagi Cleopatra, kelahiran Caesarion bukan sekadar tentang keluarga, tetapi juga harapan untuk menghubungkan kekuatan Mesir dan Romawi melalui garis keturunan Julius Caesar.
Pada tahun 44 SM, Julius Caesar dibunuh di Roma oleh sekelompok senator. Kematian Caesar mengakhiri hubungan mereka dan mengubah arah sejarah.
Cleopatra kemudian kembali ke Mesir, sementara Romawi memasuki babak baru yang pada akhirnya melahirkan Kekaisaran Romawi.
Baca Juga: Cinta Buta Nasionalisme, Karya Terbaru Banksy Recall-recall di Base Musuh?

