Sekitarbandung.com – Jika sekarang ada musisi Indonesia yang berkeliling Eropa membawa angklung ke panggung internasional, maka mungkin banyak yang mengira perjalanannya dimulai dari festival besar atau konser megah.
Padahal, perjalanan musisi bernama asli Manshur Praditya tersebut justru dimulai dari panggung yang jauh lebih sederhana, yaitu dari satu acara pernikahan ke acara pernikahan lainnya di Bandung.
Waktu masih SMK, Manshur dikenal sebagai pemain kecapi. Ia sering tampil untuk mengiringi prosesi penyambutan pengantin atau yang biasa disebut mapag pengantin.
Setelah lulus, Manshur melanjutkan kuliah di ISBI Bandung dan masuk ke jurusan Angklung dan Musik Bambu. Menariknya, saat itu jurusan tersebut merupakan yang pertama dan satu-satunya di dunia.
Di sanalah kecintaannya terhadap angklung tumbuh semakin besar. Bukan sekadar alat musik tradisional, tetapi juga instrumen yang menurutnya mempunyai potensi luar biasa untuk terus berkembang.
Baca Juga: Daeng Soetigna, Sang Pengubah Nada yang Berhasil Membawa Angklung Mendunia
Pada tahun 2013-2014, Manshur mulai tampil ke luar negeri bersama Indonesia Bamboo Community. Dari Malaysia sampai Taiwan, ia melihat langsung bagaimana musik bambu Indonesia ternyata dapat diterima di berbagai negara.
Pengalaman tersebut membuat dirinya berpikir lebih jauh. Jika angklung bisa memainkan berbagai jenis lagu, mengapa tidak dipadukan dengan musik elektronik atau EDM?
Ide yang terdengar tidak biasa tersebut justru menjadi ciri khasnya. Manshur berhasil menghadirkan angklung dalam kemasan yang lebih modern tanpa kehilangan identitas budayanya.
Hasilnya sangat luar biasa. Pada tahun 2026, ia menjalani tur Eropa dan tampil di berbagai negara, termasuk Denmark, Bulgaria, dan North Macedonia. Ia bahkan telah berencana untuk melakukan tur ke 8 negara Eropa lainnya.
Terkadang jalan menuju panggung dunia memang tidak selalu dimulai dari tempat yang megah. Ada yang berawal dari wedding ke wedding, lalu perlahan membawa suara angklung ke panggung dunia.
Baca Juga: 6 Jenis Angklung Jawa Barat yang Masuk ke dalam WBTb Indonesia

