Sekitarbandung.com – Pada 22 Juli 1996, sekelompok anak muda nekat mendeklarasikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang dipimpin oleh seorang pemuda berusia 26 tahun yang bernama Budiman Sudjatmiko.
Perlu diketahui bahwa di era Soeharto, mendirikan partai politik di luar tiga partai resmi, yaitu Golkar, PPP, dan PDI, merupakan sebuah tindakan yang dianggap sangat tabu dan berisiko tinggi.
Seketika, status Budiman berubah dari seorang aktivis mahasiswa menjadi buronan politik nomor satu di Indonesia. Wajahnya diburu oleh aparat militer dan intelijen di berbagai penjuru negeri.
Rezim Orde Baru pun langsung melancarkan operasi penangkapan besar-besaran terhadap seluruh kader PRD.
Pelariannya Telah Selesai
Setelah berminggu-minggu bersembunyi dan berpindah-pindah tempat dalam situasi yang penuh ketegangan, pelarian itu akhirnya usai.
Pada Agustus 1996, Budiman Sudjatmiko bersama beberapa rekan seperjuangannya digerebek dan ditangkap di sebuah rumah di kawasan Bekasi.
Baca Juga: Kisah Akhir Hayat Soeharto, Padahal Hendak Diadili Kasus Orde Baru
Proses peradilan yang dijalaninya berlangsung dengan nuansa politis yang sangat kuat. Meski banyak kejanggalan dan tidak terbukti sebagai dalang kerusuhan Kudatuli, Budiman Sudjatmiko tetap dijatuhi hukuman berat.
Ia divonis 13 tahun penjara dengan tuduhan subversi dan merongrong ideologi negara.
Menyaksikan Tumbangnya Rezim Soeharto
Budiman dijebloskan ke Lapas Cipinang bersama sejumlah tahanan politik lainnya, termasuk Xanana Gusmao.
Ironisnya, dari balik jeruji besi itulah Budiman menyaksikan tumbangnya rezim Soeharto pada Mei 1998, rezim yang sebelumnya memburunya secara besar-besaran.
Runtuhnya Orde Baru membawa angin segar bagi para tahanan politik.
Pada Desember 1999, di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Budiman Sudjatmiko akhirnya memperoleh amnesti dan dibebaskan dari penjara.
Ia keluar sebagai salah satu ikon perjuangan kebebasan dan demokrasi di era Reformasi.
Baca Juga: Sehari Pasca Soeharto Mundur, Presiden Habibie Perintahkan Copot Prabowo dari Jabatannya

