Sekitarbandung.com – Banyak orang mengira desain kereta cepat dibuat murni dari perhitungan teknik. Padahal salah satu desain kereta paling terkenal di dunia justru terinspirasi dari seekor burung kecil.
Pada tahun 1990-an, Shinkansen Jepang mempunyai masalah besar. Saat keluar dari terowongan dengan kecepatan tinggi, kereta menghasilkan suara ledakan keras yang disebut tunnel boom.
Suara tersebut bisa terdengar ratusan meter jauhnya dan mulai dikeluhkan oleh warga sekitar. Jepang bahkan harus memikirkan secara ulang desain keretanya.
Menariknya, kepala insinyur proyek kereta Jepang saat itu, Eiji Nakatsu, ternyata juga seorang pengamat burung.
Pada suatu hari, ia memperhatikan burung raja udang (kingfisher) yang bisa menyelam dari udara ke air hampir tanpa cipratan.
Baca Juga: 7 Filosofi Jepang yang Bisa Ubah Hidupmu ke Arah yang Lebih Baik
Rahasianya yaitu ada pada bentuk paruhnya: panjang, ramping, dan meruncing secara halus. Bentuk ini membuat perpindahan dari udara ke air menjadi sangat mulus.
Nakatsu kemudian berpikir bahwa kalau burung bisa berpindah medium tanpa menimbulkan gangguan besar, mungkin kereta juga bisa keluar dari terowongan dengan cara yang lebih halus.
Timnya lalu mendesain ulang hidung Shinkansen agar mirip paruh kingfisher. Hasilnya yaitu bentuk kereta menjadi lebih panjang dan lebih aerodinamis.
Hasilnya sangat luar biasa, yaitu suara ledakan berkurang drastis, kereta bisa melaju sekitar 10 persen lebih cepat, dan konsumsi listrik turun sekitar 15 persen.
Penemuan ini disebut-sebut sebagai contoh biomimikri paling terkenal di dunia. Kadang solusi teknologi terbaik bukan datang dari mesin lain, tetapi dari cara alam bekerja selama jutaan tahun.
Baca Juga: Generasi yang Dihancurkan oleh Krisis Ekonomi di Jepang

