Sejarah Ironis Weekend, Dulu Diperjuangkan agar Libur tetapi Sekarang Tetap Bekerja

Sekitarbandung.com – Secara harfiah, weekend berarti “akhir minggu” atau hanya menjadi penanda bahwa satu minggu hampir berakhir. Sebelum Revolusi Industri, banyak pekerja harus bekerja enam

Dicky Wicaksono

Sejarah Ironis Weekend, Dulu Diperjuangkan agar Libur tetapi Sekarang Tetap Bekerja
Sejarah Ironis Weekend, Dulu Diperjuangkan agar Libur tetapi Sekarang Tetap Bekerja

Sekitarbandung.com – Secara harfiah, weekend berarti “akhir minggu” atau hanya menjadi penanda bahwa satu minggu hampir berakhir.

Sebelum Revolusi Industri, banyak pekerja harus bekerja enam bahkan tujuh hari dalam seminggu sehingga tidak memiliki hari libur.

Kalaupun ada hari istirahat, biasanya hanya hari Minggu karena alasan keagamaan. Pada masa itu, work-life balance masih menjadi sebuah mitos.

Perubahan mulai terjadi pada abad ke-19 di Inggris. Beberapa pabrik mulai memberikan pekerjanya kesempatan untuk pulang lebih awal.

Waktu tersebut diberikan pada hari Sabtu dan dikenal sebagai Saturday Half-Holiday. Untuk pertama kalinya, banyak pekerja memiliki waktu luang pada Sabtu dan Minggu.

Karena semakin banyak orang menikmati waktu luang di akhir pekan, istilah weekend mulai digunakan secara lebih luas.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Banyak Anak Muda yang Lebih Pilih Tolak Jabatan

Lambat laun, maknanya pun ikut bergeser. Yang semula hanya berarti “akhir minggu”, kini mulai identik dengan waktu untuk beristirahat.

Memasuki awal abad ke-20, gerakan buruh mendorong lahirnya sistem kerja yang lebih manusiawi.

Banyak perusahaan mulai menerapkan lima hari kerja sehingga Sabtu dan Minggu menjadi hari libur reguler. Dari sinilah konsep weekend yang kita kenal hingga sekarang mulai terbentuk.

Jadi, jika saat hari libur kamu masih bekerja, para buruh abad ke-20 mungkin akan menangis di alam sana melihat kelakuanmu.

Mereka sudah bersusah payah berdemo agar bisa menikmati libur Sabtu dan Minggu, tetapi kamu justru membuka laptop atas nama “produktivitas”.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Kita Senang Posting di Media Sosial Saat Ada Masalah

Related Post

Tinggalkan komentar