Keswandu Diluncurkan, Relawan PMI Bakal Hadir di Posyandu

sekitarbandungcom – Keswandu resmi diluncurkan di Kota Bandung sebagai wadah kolaborasi antara relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan kader Posyandu. Program ini diarahkan untuk memperkuat

nathanael gihon

Keswandu Diluncurkan, Relawan PMI Bakal Hadir di Posyandu

sekitarbandungcom – Keswandu resmi diluncurkan di Kota Bandung sebagai wadah kolaborasi antara relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan kader Posyandu. Program ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan, sosial, serta kesiapsiagaan masyarakat hingga tingkat lingkungan.

Peluncuran Keswandu berlangsung melalui seremoni penandatanganan kesepakatan kerja sama antara PMI Kota Bandung dan Tim Pembina Posyandu Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Kamis, 17 September 2026. Informasi tersebut diberitakan Mudanesia pada hari yang sama dengan mencantumkan Pemerintah Kota Bandung sebagai sumber.

Keswandu Perkuat Kolaborasi Relawan PMI dan Posyandu

Program Keswandu merupakan singkatan dari Kesatuan Relawan Posyandu. Melalui program tersebut, kader Posyandu dan relawan PMI akan saling mendukung dalam pelayanan publik, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, bantuan sosial, dan mitigasi kedaruratan di tingkat masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan kejadian besar seperti banjir, gempa bumi, atau badai. Menurutnya, kemampuan warga merespons berbagai gangguan dan kejadian mendesak dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting dari ketahanan masyarakat.

Farhan menekankan agar kerja sama melalui Keswandu diisi dengan kegiatan nyata serta edukasi yang mempunyai ukuran keberhasilan. Khusus di Posyandu, ia meminta agar pengetahuan dan pengalaman PMI mengenai penanganan kesehatan dapat ditransfer kepada kader.

Dalam pemberitaan tersebut, Momon Ahmad Imron Sutisna selaku Sekretaris Tim Pembina Posyandu Kota Bandung menjelaskan bahwa terdapat irisan tugas antara kader Posyandu dan relawan PMI. Sinergi itu mencakup pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat.

Kehadiran relawan PMI di Posyandu diharapkan membantu penyediaan data pendonor darah untuk ibu hamil berisiko, rekrutmen calon pendonor darah, sosialisasi perawatan keluarga, serta peningkatan kemampuan kader dalam pertolongan pertama.

Baca juga:Dishub Kota Bandung Tata Prasarana Transportasi, 3 Langkah Dukung Mobilitas Warga

Keswandu Libatkan Jejaring Relawan di Tingkat Kewilayahan

Pelaksanaan Keswandu akan melibatkan berbagai unsur di tingkat kewilayahan. Pihak yang disebut dalam laporan meliputi kecamatan, kelurahan, Puskesmas, petugas TPPKB, TP PKK, pengurus RW dan RT, serta jaringan relawan PMI.

Jaringan relawan tersebut mencakup Korps Sukarela, Palang Merah Remaja, Siaga Bencana, dan jejaring keluarga donor darah. Kolaborasi itu ditujukan agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan dukungan berbagai unsur yang sudah berada dekat dengan masyarakat.

Momon juga menilai sosialisasi perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan karena Keswandu merupakan terobosan baru. Penguatan pemahaman diharapkan berjalan bersamaan dengan peningkatan kemampuan teknis relawan PMI dan kader Posyandu.

Baca juga:Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital Berbasis Blockchain

Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto menyebut Posyandu memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pencegahan, edukasi, pendampingan, serta pelayanan kesehatan masyarakat.

Ade juga menyampaikan bahwa PMI ingin memperluas perannya, tidak hanya ketika musibah atau kondisi tanggap darurat terjadi, tetapi juga dalam mitigasi dan kesiapsiagaan sebelum bencana. Ia berharap Keswandu menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun masyarakat Bandung yang sehat, tangguh, dan peduli.

Secara umum, pelibatan relawan PMI dalam Posyandu sejalan dengan penguatan fungsi Posyandu sebagai wadah partisipasi masyarakat. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa Posyandu berperan membantu peningkatan pelayanan sosial dasar, termasuk bidang kesehatan, dengan kader yang didampingi tenaga kesehatan dari Puskesmas atau Pustu.

Konteks pelayanan Posyandu juga terus berkembang. Kementerian Kesehatan menyebut Posyandu melayani sasaran sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, hingga usia produktif serta lanjut usia.

Perluasan cakupan ini membuat kolaborasi dengan unsur masyarakat dan relawan menjadi relevan untuk mendukung pelayanan yang dekat, terjangkau, dan berkelanjutan di tingkat lingkungan warga Kota Bandung secara konsisten.

Dengan peluncuran Keswandu, kerja sama antara relawan PMI dan kader Posyandu kini memiliki wadah yang lebih terarah. Program tersebut selanjutnya membutuhkan sosialisasi dan pelaksanaan di lapangan agar manfaat kolaborasi dapat dirasakan masyarakat sesuai tujuan yang telah disampaikan dalam peluncuran.

Sumber informasi utama mengenai peluncuran Keswandu berasal dari laporan Mudanesia yang menyebut Pemerintah Kota Bandung sebagai sumber. Informasi pendukung mengenai fungsi Posyandu merujuk pada Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan.
Sumber:bandung.go.id

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar