Pocari Sweat Run Bandung 2026, Ini Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Lari 19-20 September

sekitarbandungcom – Pocari Sweat Run Bandung 2026 akan berlangsung selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 19–20 September 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan Balai

nathanael gihon

Pocari Sweat Run Bandung 2026, Ini Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Lari 19-20 September

sekitarbandungcom – Pocari Sweat Run Bandung 2026 akan berlangsung selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 19–20 September 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan Balai Kota Bandung. Ajang lari tahunan ini menghadirkan kategori 10K dan half marathon serta berdampak pada pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan kota.

Berdasarkan informasi Pemerintah Kota Bandung melalui Portal Jabar, kegiatan tersebut diikuti sekitar 15.000 peserta. Sekitar 70 persen peserta disebut berasal dari luar Kota Bandung. Kondisi ini membuat pengaturan mobilitas menjadi perhatian karena peserta akan melewati sejumlah ruas jalan yang biasanya digunakan masyarakat untuk aktivitas akhir pekan.

Pocari Sweat Run Bandung 2026 juga mendorong pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran kegiatan sekaligus memberikan ruang bagi pengguna jalan lainnya. Masyarakat diimbau menyesuaikan waktu dan rute perjalanan agar dapat menghindari kepadatan selama pelaksanaan lomba.

Pocari Sweat Run Bandung 2026 Gunakan Sistem Buka-Tutup

Pemkot Bandung menerapkan skema buka-tutup lalu lintas, bukan penutupan jalan secara total. Berdasarkan laporan ANTARA, pengaturan pada Sabtu dilakukan sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Sementara pada Minggu, rekayasa berlangsung sekitar pukul 04.00 hingga 08.00 WIB.

Sejumlah ruas yang terdampak pengaturan meliputi Jalan Merdeka, Wastukancana, Pajajaran, Cicendo, RE Martadinata, Dago, Diponegoro, Supratman, Kiaracondong, Gatot Subroto, Asia Afrika, Sudirman, Gardujati, serta kawasan sekitar Balai Kota Bandung.

Pengguna kendaraan disarankan memperhatikan kondisi jalan sebelum bepergian. Penyesuaian rute dapat membantu masyarakat mengurangi potensi perlambatan perjalanan ketika peserta lomba melintas. Pengendara juga perlu mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan selama rekayasa berlangsung.

Pembaruan informasi pada 18 September menyebut enam kantong parkir alternatif turut disiapkan di sekitar Balai Kota. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengaturan mobilitas selama kegiatan berlangsung. Masyarakat yang hendak menuju pusat kota disarankan mempertimbangkan lokasi parkir dan waktu perjalanan.

Baca juga:Teras Cihampelas Dibongkar 2027, Pemprov Jabar Siapkan Wajah Baru Kawasan

Pocari Sweat Run Bandung 2026 Hadirkan Rute Terbaru

Rute lomba juga mengalami pembaruan menjelang pelaksanaan. Berdasarkan laporan PRFM yang merujuk informasi resmi akun Instagram @pocarisportid pada 17 September, kategori 10K dimulai dari Taman Vanda atau Jalan Merdeka.

Peserta kemudian melewati Wastukencana, Dago, Diponegoro, Cilamaya, RE Martadinata, Aceh, dan Belitung sebelum kembali menuju Jalan Merdeka. Pembaruan tersebut penting diperhatikan karena terdapat perbedaan dengan rute yang sebelumnya beredar.

Untuk kategori half marathon, lintasan mencakup Dago, Diponegoro, Ciliwung, Supratman, Ahmad Yani, Ibrahim Adjie, Gatot Subroto, Asia Afrika, Pasirkaliki, Pajajaran, Cihampelas, Wastukancana, dan Riau. Rute tersebut membuat cakupan pengaturan lalu lintas pada Minggu lebih luas.

Baca juga:5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Hentikan Pencarian Setelah 10 Hari

Pemerintah Kota Bandung mengajak warga dan pengguna jalan mendukung pelaksanaan kegiatan dengan tetap tertib serta mengutamakan keselamatan. Masyarakat yang tidak berkepentingan melintasi kawasan lomba dapat memilih jalur alternatif dan mengatur waktu perjalanan sebelum rekayasa lalu lintas dimulai.

Dengan persiapan tersebut, Pocari Sweat Run Bandung 2026 diharapkan dapat berlangsung tertib tanpa mengabaikan kebutuhan mobilitas warga. Informasi mengenai kondisi lalu lintas dan perubahan pengaturan tetap perlu diperhatikan karena petugas dapat menyesuaikan arus kendaraan dengan situasi di lapangan.

Warga juga perlu mencermati informasi resmi sebelum berangkat, terutama pada pagi hari ketika kategori 10K dan half marathon berlangsung. Langkah sederhana seperti berangkat lebih awal, memilih jalur alternatif, dan mengikuti petunjuk petugas dapat membantu perjalanan tetap aman dan nyaman.

Kegiatan yang melibatkan ribuan pelari membutuhkan koordinasi antara penyelenggara, pemerintah daerah, kepolisian, petugas lalu lintas, dan masyarakat. Pengaturan arus kendaraan menjadi penting agar pergerakan peserta dan pengguna jalan berjalan beriringan selama waktu yang ditetapkan.

Bagi warga yang memiliki aktivitas pagi, informasi jadwal perlu diperhatikan. Rekayasa pada Sabtu memiliki durasi berbeda dengan Minggu, sehingga pengguna jalan sebaiknya tidak menganggap ruas terdampak dalam waktu sama. Penyesuaian perjalanan dapat dilakukan berdasarkan tujuan masing-masing.

Pemerintah menyampaikan sebagian besar peserta berasal dari luar daerah. Kehadiran peserta dari wilayah menjadi bagian aktivitas olahraga di Kota Bandung. Kelancaran mobilitas tetap membutuhkan perhatian bersama, terutama pada ruas yang menjadi lintasan peserta.

Related Post

Tinggalkan komentar