sekitarbandungcom – Rencana pembangunan skatepark Bandung di Taman Fitnes, Jalan Teuku Umar, menuai penolakan dari warga. Lapangan yang selama ini digunakan anak-anak untuk berlatih sepak bola tersebut dikhawatirkan kehilangan fungsi apabila penataan dilakukan tanpa solusi yang memadai. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan sedang mencari lokasi latihan alternatif yang lebih baik.
Polemik ini memperlihatkan pentingnya menyeimbangkan kebutuhan fasilitas olahraga bagi berbagai komunitas dengan keberadaan ruang publik yang sudah dimanfaatkan masyarakat. Pemerintah Kota Bandung perlu mempertimbangkan aspirasi warga sekaligus memastikan rencana penataan disampaikan secara jelas kepada pengguna lapangan.
Skatepark Bandung dan Penolakan Warga
Rencana penataan Taman Fitnes menjadi arena skateboard memicu keberatan warga sekitar. Lapangan Teuku Umar selama ini menjadi tempat anak-anak berlatih sepak bola, termasuk bagi kegiatan sekolah sepak bola atau SSB. Warga khawatir perubahan fungsi akan mengurangi ruang latihan yang mudah dijangkau.
Penolakan itu terlihat melalui penyampaian aspirasi dan spanduk bertuliskan “Save Lapangan Teuku Umar”. Bagi warga, lapangan bukan sekadar ruang terbuka, melainkan fasilitas yang mendukung kegiatan olahraga anak dan pembinaan pemain muda. Karena itu, rencana perubahan perlu memperhitungkan kebutuhan pengguna yang telah memanfaatkan lokasi tersebut.
Di sisi lain, rencana skatepark ditujukan untuk menyediakan ruang bagi olahraga skateboard, sepatu roda, dan BMX. Fasilitas khusus dapat membantu komunitas melakukan kegiatan dengan lebih terarah. Namun, manfaat tersebut perlu dipertimbangkan bersama dampaknya terhadap aktivitas sepak bola yang sudah berlangsung di lokasi.
Pemerintah kota disebut menganggarkan Rp3,1 miliar untuk pembangunan tersebut. Anggaran itu menjadi bagian dari rencana penataan fasilitas, tetapi belum menjawab kekhawatiran warga mengenai ketersediaan lapangan pengganti. Informasi mengenai rancangan akhir, jadwal pelaksanaan, dan keputusan final perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat tidak bergantung pada perkiraan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bandung 27 Oktober 2026, Hujan Ringan dan Suhu 19–27°C
Farhan Cari Lapangan Pengganti yang Lebih Baik
Farhan menyatakan sedang mencari lokasi latihan sepak bola yang lebih memadai. Ia juga berencana bekerja sama dengan PSSI Jawa Barat dalam mencari solusi bagi pengguna lapangan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan kebutuhan kelompok yang terdampak, meski lokasi pengganti belum dipastikan dalam informasi yang tersedia.
Pencarian tempat alternatif menjadi hal penting agar anak-anak dan SSB tetap memiliki ruang untuk berlatih. Lokasi pengganti idealnya mempertimbangkan akses, keamanan, kelayakan lapangan, serta kesesuaian jadwal latihan. Hal-hal tersebut merupakan pertimbangan yang perlu dibahas bersama pengguna, bukan kepastian bahwa lokasi tertentu sudah dipilih.
Rencana penataan juga perlu memperjelas bagaimana fasilitas baru akan digunakan. Jika skatepark diwujudkan, pengelolaannya harus memperhatikan keselamatan, akses publik, dan kebutuhan komunitas olahraga. Komunikasi yang terbuka dapat membantu mengurangi kesalahpahaman serta memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan masukan sebelum keputusan dijalankan.
Baca juga: Bandung Zoo Belum Bisa Buka pada 2026, Farhan Sampaikan Permintaan Maaf
Menimbang Kebutuhan Olahraga dan Ruang Publik
Persoalan skatepark Bandung bukan hanya soal memilih antara skateboard dan sepak bola. Kota membutuhkan fasilitas yang beragam, tetapi perencanaan harus memperhitungkan penggunaan ruang yang sudah berjalan. Dialog antara pemerintah, warga, komunitas skateboard, pengelola SSB, dan organisasi sepak bola dapat membantu menemukan pilihan yang lebih seimbang.
Pemerintah dapat menjelaskan tujuan pembangunan, dasar anggaran, tahapan rencana, serta alternatif yang sedang dikaji. Warga juga membutuhkan informasi pasti mengenai apakah lapangan akan tetap dapat digunakan, kapan perubahan mungkin dilakukan, dan bagaimana keberlanjutan latihan anak-anak dijamin. Sampai ada keputusan resmi, lokasi pengganti tidak sebaiknya disebut telah ditetapkan.
Dengan demikian, penolakan warga menjadi masukan penting dalam proses perencanaan fasilitas olahraga. Farhan telah menyampaikan upaya mencari lapangan latihan alternatif, tetapi tindak lanjutnya masih perlu ditunggu. Kejelasan rencana dan pelibatan masyarakat akan membantu memastikan pembangunan tidak mengabaikan kebutuhan pengguna lama maupun komunitas olahraga lain.
Perkembangan selanjutnya perlu merujuk pada keterangan resmi Pemerintah Kota Bandung dan informasi terbaru dari pihak terkait. Warga diharapkan mengikuti pengumuman resmi agar mengetahui keputusan mengenai Taman Fitnes dan lokasi latihan pengganti. Sampai ada kepastian, rencana skatepark Bandung masih perlu dipahami sebagai proses yang menghadapi penolakan sekaligus mencari solusi, serta menjaga manfaat ruang publik bagi warga sekitar.
Sumber: koran.pikiran-rakyat.com

