sekitarbandungcom – New York Knicks memperlihatkan performa ofensif yang tajam ketika menjamu Chicago Bulls dalam lanjutan NBA 2026–2027.
Bermain di Madison Square Garden pada 4 November 2026, tuan rumah menang 135–105.
Selisih 30 poin tersebut tidak hanya mencerminkan keunggulan skor, tetapi juga menggambarkan bagaimana Knicks mengendalikan pertandingan sejak menit-menit awal melalui akurasi tembakan dan tekanan serangan.
Gambaran Umum Pertandingan Knicks vs Bulls
Knicks memasuki laga dengan kebutuhan menjaga momentum setelah memulai musim dengan tiga kekalahan.
Kemenangan atas Bulls menjadi hasil positif keempat New York dalam lima pertandingan terakhir.
Sebaliknya, Chicago datang dengan tekanan karena sedang menjalani rangkaian kekalahan.
baca juga : Cruz Azul Tundukkan León 2-1, Kemenangan Penting dalam Persaingan Liga MX
Jalannya Pertandingan New York Knicks Menghadapi Chicago Bulls
New York langsung mengambil kendali setelah sempat tertinggal 4–6.
Tuan rumah membalas melalui laju delapan poin tanpa balasan dan tidak pernah kembali berada di belakang.
Knicks menutup kuarter pertama dengan keunggulan 43–21, ditopang penyelesaian serangan yang efisien.
Pada kuarter kedua, produktivitas Knicks tidak menurun. Mereka menambah 41 poin, sementara Chicago mencetak 31 angka.
Skor 84–52 saat jeda memperlihatkan jarak yang sulit dikejar.
Bulls berusaha memperbaiki permainan setelah turun minum, tetapi New York tetap menjaga kendali dan tidak membiarkan lawan mendekat secara berarti.
Knicks mencetak 29 poin pada kuarter ketiga dan 22 pada periode terakhir. Chicago menghasilkan 27 dan 26 poin dalam dua kuarter tersebut.
Walaupun Bulls mampu mencetak angka lebih banyak pada kuarter keempat, keunggulan besar yang sudah dibangun New York memastikan kemenangan tetap berada di tangan tuan rumah.
Dominasi Knicks pada Babak Pertama
Catatan 84 poin dalam dua kuarter pertama menjadi sorotan utama.
Menurut laporan Associated Press, angka tersebut menyamai rekor poin terbanyak Knicks pada babak pertama, yang sebelumnya dicapai pada 18 November 1988.
Keunggulan itu lahir dari kombinasi tembakan lapangan dan akurasi dari luar garis tiga angka.
Knicks menyelesaikan pertandingan dengan persentase tembakan lapangan 50,6 persen dan memasukkan 17 dari 40 percobaan tiga angka.
Produktivitas tersebut membuat pertahanan Chicago terus berada dalam tekanan.
Performa Pemain Kunci New York Knicks
Jalen Brunson menjadi pencetak angka terbanyak dengan 33 poin, empat assist, dan dua rebound.
Ia memasukkan 10 dari 17 tembakan lapangan, termasuk lima dari 10 percobaan tiga angka.
Sebanyak 22 poin Brunson tercipta pada kuarter pertama, membantu Knicks membangun jarak sejak awal.
OG Anunoby menyumbang 18 poin, sedangkan Karl-Anthony Towns mencatat 17 poin dan 12 rebound.
Kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman New York datang dari beberapa posisi.
Dalton Knecht juga memberi tambahan 10 poin dalam penampilan debutnya bersama Knicks, sementara Jordan Clarkson menyelesaikan laga dengan jumlah poin yang sama.
Chicago Bulls Kesulitan Mengimbangi Permainan Knicks
Chicago tidak menemukan jawaban yang konsisten untuk menghentikan serangan tuan rumah.
Bulls hanya memasukkan 37 dari 96 tembakan lapangan atau 38,5 persen. Dari luar garis tiga angka, mereka berhasil mencetak 10 dari 44 percobaan, setara 22,7 persen.
Perbedaan akurasi ini menjadi salah satu faktor penting di balik selisih skor.
Tre Jones dan Jaylin Sellers masing-masing mencetak 14 poin untuk Bulls.
Matas Buzelis serta Norman Powell menambahkan 12 poin, sedangkan Josh Giddey menyumbang 10 poin dan enam assist. Namun, kontribusi individu tersebut belum mampu mengimbangi produksi kolektif Knicks.
Chicago juga harus membenahi pertahanan setelah kembali kebobolan 124 poin dalam setiap pertandingan musim itu.
Statistik dan Perbandingan Performa Kedua Tim
Selain unggul dalam akurasi tembakan, Knicks menguasai rebound dengan 70 berbanding 47. New York juga mencatat 27 assist, tujuh steal, dan enam block.
Chicago membukukan 25 assist, enam steal, serta empat block. Dalam tembakan bebas, Knicks memasukkan 30 dari 37 kesempatan, sedangkan Bulls mencetak 21 dari 28 percobaan.
Rangkaian angka tersebut menunjukkan keunggulan New York dalam perebutan bola dan penyelesaian peluang.
Meski turnover Knicks sedikit lebih banyak, yakni 13 dibandingkan 11 milik Chicago, akurasi tembakan dan dominasi rebound membantu tuan rumah menjaga kendali.
Dampak Kemenangan bagi Knicks dan Bulls
Kemenangan 135–105 membawa Knicks ke rekor 4–4, sekaligus menyamai jumlah kemenangan dan kekalahan pada awal musim.
Hasil ini dapat menjadi modal untuk membangun konsistensi, terutama karena serangan mereka menunjukkan variasi dan dukungan pemain yang merata.
Bagi Bulls, kekalahan keenam secara beruntun menjadi sinyal perlunya evaluasi.
Perbaikan akurasi tembakan, komunikasi pertahanan, dan pengamanan rebound perlu menjadi perhatian.
Chicago dijadwalkan menjamu Philadelphia, sementara Knicks akan bertandang menghadapi Cleveland.
baca juga : Germán Berterame, Perjalanan Striker Argentina hingga Menjadi Andalan Meksiko

