sekitarbandung.com – HET elpiji 3 kg Kabupaten Bandung resmi naik setelah lebih dari satu dekade tidak mengalami penyesuaian. Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kabupaten Bandung memastikan harga eceran maksimal elpiji 3 kg di tingkat pengecer berada di kisaran Rp23.000 hingga Rp25.000 untuk melindungi daya beli masyarakat.
HET Elpiji 3 Kg Kabupaten Bandung Disesuaikan Setelah 10 Tahun
Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, mengatakan regulasi sebelumnya sudah sangat lama berlaku. “Regulasi yang kita pakai masih yang lama. Sudah hampir satu dekade tidak disesuaikan, sehingga perlu ada penyesuaian dengan kondisi ekonomi dan distribusi saat ini,” ujar Dicky, Rabu (25/6/2025).
Penyesuaian HET elpiji 3 kg Kabupaten Bandung ini dilakukan untuk mencerminkan kondisi biaya distribusi yang meningkat, sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan gas bersubsidi.
Baca Juga: Pembentukan Provinsi Baru di Jawa Barat Jadi Perhatian DPRD Jabar
Upaya Disperdagin Cegah Kecurangan Harga
Disperdagin Kabupaten Bandung juga mengantisipasi kemungkinan oknum pengecer memanfaatkan kenaikan harga. Karena itu, pihaknya menetapkan harga eceran maksimal agar tidak ada lonjakan harga liar yang merugikan masyarakat.
“Kita sedang aktif memantau di lapangan agar tidak ada pengecer yang menjual semena-mena. Tujuannya agar margin yang ditanggung konsumen tidak terlalu tinggi,” kata Dicky.
Distribusi Gas Elpiji Tetap Aman dan Edukasi Diperkuat
Disperdagin memastikan distribusi elpiji 3 kg di Kabupaten Bandung masih berjalan lancar dan aman. Namun, pemerintah daerah juga fokus meningkatkan edukasi kepada pelaku usaha untuk menaati regulasi harga.
“Pasokan saya pantau masih lancar dan aman. Tinggal edukasi ke para pengecer supaya taat pada kebijakan harga resmi,” pungkasnya.
Sumber: Tribun Jabar
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

