Yayasan Tamansari Tuntut Konflik Manajemen Kebun Binatang Bandung!

Sekitarbandung.com – Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) berencana mengajukan tuntutan hukum berkaitan dengan adanya perbedaan dalam pengaturan manajemen Kebun Binatang Bandung. Tuntutan ini bertujuan untuk mengevaluasi

Acsyara Aulia

Yayasan Tamansari Tuntut Konflik Manajemen Kebun Binatang Bandung!

Sekitarbandung.com – Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) berencana mengajukan tuntutan hukum berkaitan dengan adanya perbedaan dalam pengaturan manajemen Kebun Binatang Bandung. Tuntutan ini bertujuan untuk mengevaluasi surat tersebut dan akan diserahkan kepada Pengadilan Negeri di Bandung.

Hukum YMT Martin Hutasoit menyatakan bahwa telah terjadi ketidaksepakatan antara para pendiri di dalam Kebun Binatung Bandung. Oleh karena itu, tuntutan YMT ini akan mengevaluasi seluruh aspek administratifnya. Dia menjelaskan pula bahwa mereka telah mengirimkan surat kepada Walikota Bandung serta Gubernur Jawa Barat tentang adanya konflik manajemen di Kebun Binatang Bandung.

Namun demikian, sampai saat ini belum ada respon atau jawaban tertulis dari walikota maupun gubernur tersebut. Hal ini disampaikan oleh Martin sambil berada di Kota Bandung pada hari Kamis tanggal 26 juni tahun dua ribu dua puluh lima.

Ketua YMT Gantira Bratakusuma menggarisbawahi kesediaan sepenuhnya keluarga besar Bratakusuma dalam meneruskan pengelolaan Kebun Binatang Bandung dengan cara yang independen serta bertanggung jawab. Terlebih lagi, Kebun Binatang Bandung ini merupakan tempat krusial bagi pemuliaan beberapa jenis hewan, termasuk tapir, beruang, bermacam-macam rusa, dan burung bangau merah.

Kebun Binatang Bandung sudah berdiri sejak tahun 1933 dengan fungsi utama sebagai pusat pendidikan, riset, dan hiburan. Tahun 1957, Yayasan Masyarakat Teladan (YMT) didirikan guna menjaga serta mengembangkan kehidupan flora dan fauna di dalam kota Bandung.

Akan tetapi, di tahun 2017, ketika sang bapak Gantira, yaitu almarhum Romly Bratakusuma, jatuh sakit berat, pengendalian sementara diberikan kepada teman dekat keluarga bernama Tony Sumampouw, Sekretaris Jenderal Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), juga pemilik dari Taman Safari Indonesia (TSI) beserta dengan Ibu Sri.

Baca juga : Kisruh di Bandung Zoo! Serikat Pekerja Tuntut Pengelola Ilegal Angkat Kaki!

“Bapak pernah memberi modal dalam jumlah kisaran Rp 4 Milyar untuk manajemen operasional tersebut. Dana ini kemudian dikirimkan kepada pihak TSI sebagai wujud kepercayaannya,” ungkap Gantira, siapa yang merupaka cucu dari pendirin YMT, yakni R Ema Bratakusuma.

Sejalan dengan berjalannya waktu, timbul beberapa masalah seperti kesetaraan dalam hal finansial serta situasi mengenai hewan. Pada awal tahun 2022, kelompok Bratkusuma merombak ulang susunan organisasi YMT untuk meningkatkan manajemen menjadi lebih profesional, terbuka, dan bertanggung jawab.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar