sekitarbandung.com – Simulasi Siaga Bencana BPBD Bandung mulai digencarkan di tengah masyarakat. Dimulai di Dago dan Hegarmanah, program ini bertujuan melatih warga agar tanggap menghadapi bencana seperti banjir dan longsor. Lewat simulasi langsung, BPBD membentuk budaya siaga sebagai langkah antisipasi dini.
Mengapa Simulasi Siaga Bencana BPBD Bandung Jadi Prioritas?
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mengambil langkah nyata dengan menggelar Simulasi Siaga Bencana berbasis komunitas. Langkah ini dijalankan di tengah keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia. Plt. Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi menyatakan, pelibatan aktif warga menjadi kunci utama dalam menciptakan budaya siaga.
“Yang terpenting bukan menunggu semuanya sempurna. Budaya siaga itu harus dimulai dari sekarang. Kita dorong masyarakat untuk tahu apa yang harus dilakukan saat bencana, siapa yang harus dihubungi, dan bagaimana menyelamatkan diri,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (3/7/2025).
Baca Juga: Konflik Manajemen Memuncak, Kebun Binatang Bandung Ditutup Sementara!
Jadwal Simulasi dan Lokasi Rawan Bencana di Bandung
BPBD menetapkan dua wilayah rawan bencana sebagai lokasi simulasi awal pada Juli 2025, yaitu Kelurahan Dago dan Hegarmanah di kawasan Cibarani. Kedua wilayah ini memiliki kontur tanah yang rawan longsor dan aliran air yang berpotensi menyebabkan banjir bandang.
“Simulasi akan dilakukan langsung di lingkungan warga. Mereka akan dilatih bagaimana bereaksi saat sirene tanda bencana dibunyikan, ke mana harus mengungsi, serta siapa pemimpin evakuasinya,” jelas Didi.
Selain itu, sistem komunikasi darurat juga akan dipasang di lokasi. Call center lokal disiapkan untuk mempercepat laporan warga jika bencana terjadi. Simulasi dirancang bukan sekadar sosialisasi, melainkan untuk membentuk refleks kolektif agar warga tidak panik saat krisis.
Warga Dilibatkan Langsung dalam Simulasi Tanggap Darurat
BPBD Kota Bandung mengajak berbagai elemen masyarakat seperti ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk terlibat aktif dalam simulasi. “Kami bangun jejaring dulu. Saat ini kami juga menjalin komunikasi dengan BPBD Provinsi dan Basarnas, supaya jika ada situasi darurat, mereka bisa dukung dengan alat dan tenaga,” tambah Didi.
BPBD juga menargetkan simulasi tambahan di Kelurahan Ciumbuleuit pada Agustus mendatang. Warga diharapkan memiliki kesiapan mental dan fisik menghadapi bencana.
“Budaya siaga itu bukan proyek, tapi cara hidup. Kalau sudah terbiasa dan kompak, masyarakat bisa lebih kuat,” tegas Didi.
Dengan Simulasi Siaga Bencana BPBD Bandung, masyarakat diharapkan semakin siap, tanggap, dan kompak menghadapi segala kemungkinan bencana ke depan.
Untuk informasi nasional seputar kebencanaan, kunjungi situs resmi BNPB
Ingin terus update tentang edukasi bencana dan berita seputar Bandung?
Selalu kunjungi website sekitarbandung.com untuk berita terbaru dan informasi penting lainnya.

